Audio Learning : DAP? DAC? Amplifier?

Hi Guys,

Semakin banyakya pertanyaan di topik ini, jadi membuat saya ingin membuat artikel khusus saja supaya saya bisa menjawab tidak setengah-setengah dan lebih detil untuk Anda sekalian.

Buat kalian yang masih newbie, tentunya sering banget mendengar istilah-istilah aneh dari entah planet mana yang sering disebut oleh para master-master, misalnya “DAP mu apa?”, “wah elu musti ganti DAC tuh”, “earphone gua  ga enak banget, musti nambah ampli nih”, dan sejenisnya.

Watchout, ketiga istilah ini adalah device/komponen penting dalam dunia portable audio. Salah pilih bisa bikin earphone Anda yang udah harga ratusan ribu atau bahkan jutaan, berasa kayak earphone murahan alias potensinya ga keluar.

OK, saya akan membahas 3 istilah penting dalam dunia portable audio yaitu DAP, DAC dan Amplifier. Semuanya akan dibahas menurut sepengathuan saya, dalam bahasa saya yang simpel-simpel aja, gak pake spek teknik elektro kelas tinggi (karena saya sendiri juga ga ngerti elektro terlalu gimana hehe), dan dalam konteks portable audio world yang selama ini saya alami.

DAP. Adalah singkatan dari Digital Audio Player, sebuah perangkat portable yang mampu menyimpan dan memutar file-file audio digital dalam berbagai format (MP3, FLAC, DSD, dll).

Bahasa beken atau sebutan umumnya adalah MP3 player, karena beberapa tahun lalu terutama waktu pertama kali iPod booming, seantero dunia taunya kalau pemutar music digital yang bisa dibawa2 itu istilahnya MP3 Player, walaupun sebenarnya iPod isinya bukan MP3 #lol. Disebut seperti itu karena format file music digital pada sat itu yang paling terkenal adalah MP3.

Seiring perkembangan jaman dan teknologi, sebuah DAP sudah semakin canggih dan punya processor yang semakin bagus kemampuannya, sehingga pabrikan memberikan banyak fitur2 dan file support baru di dalamnya. Tidak hanya bisa menampung file music, DAP juga dapat menampung file-file image/foto, video dll. DAP seperti ini sering juga disebut Portable Media Player.

Sebuah Portable Media Player dapat memutar file music, melihat file foto, serta memutar file video. Juga masih ditambahkan fitur-fitur lain seperti internet browser, FM radio receiver, serta voice recorder. Bahkan ada iPod Touch yang didalamnya ada iOS sehingga bisa digunakan untuk main game dll seperti iPhone.

Tapi istilah Portable Media Player ini tidak terlalu populer dan di kalangan audiophile/audio hi-fi community, fitur-fitur tambahan  tersebut tidak terlalu banyak digunakan/dipusingkan dan masih sering menyebutnya sebagai Digital Audio Player.

Bedah Digital Audio Player

Berikut adalah komponen penting dalah sebuah DAP :

  • Ada memory untuk menyimpan file-file music : bisa berupa harddisk atau flash memory
  • chip DAC (Digital to Analog Converter) : untuk merubah file music digital menjadi analog/suara
  • opAmp : chip amplifier untuk memperkuat suara yang dihasilkan.

Jadi prosesnya adalah kita memilih file lagu melalui interface DAP, kemudian file tersebut akan diproses melalui chip DAC menjadi suara yang analog dan diperkuat melalui opAmp kemudian diteruskan ke headphone out/line out jack ke headphone Anda.

Istilah gampangnya DAP punya juga DAC di dalamnya dan juga punya Amplifier di dalamnya. Hanya saja karena saat ini semakin banyak DAP di pasaran dengan harga yang semakin ga masuk akal (ga masuk akal murahnya dan ga masuk akal mahalnya), ada banyak perbedaan performa mereka. Untuk menekan budget di DAP kere hore, biasanya chip DAC dan opAmp nya dikurangi kualitasnya sehingga suara yang dihasilkan tidak terlalu bagus. Karena itu muncullah seringkali teman-teman kita menyebut kalau sudah pakai DAP masih perlu Amplifier lagi.

DAP vs Smartphone

Smartphone jaman sekarang sudah semakin canggih. Sejak jaman Blackberry dan HP Sony Ericcsson Walkman (seingat saya) sudah mampu memutar file-file musik, walaupun format yang disupport masih terbatas di rata2 MP3. Dan saat ini sudah semakin maju, dan banyak smartphone berbasis Android dan iOS yang sudah diberikan komponen DAC kelas audiophile di dalamnya.

Jadi anda bisa juga menggunakan smartphone sebagai DAP. Bukan hal yang aneh, bukan juga hal yang jelek, Tapi perlu diingat, smartphone (biasanya yang entry dan middle level) sebagai DAP biasanya kurang bagus dalam mereproduksi suara, serta tidak punya power yang cukup besar dibanding DAP terpisah sendiri.

Kenapa begitu ? Well jawabannya sangat mudah, karena smartphone sendiri harganya sudah semakin murah (1-3juta sudah dapat), dulu untuk menghasilkan suara yang enak, butuh DAP di kisaran 3jutaan, sekarang smartphone harganya juga 1-3 jutaan, tapi smartphone masih harus bisa digunakan untuk telpon, sms, chatting, menjalankan aplikasi, menyimpang foto, kamera, dll. Banyak fitur2 lain yang harus diakomodir, sedangkan fitur pemutar musik hanyalah salah satu fitur saja, otomatis juga komponen untuk memutar lagunya juga tidak sehabus DAP tersendiri.

Note : Ada juga smartphone yang cukup bagus kualitas suara dan powernya cukup besar, dan memang di pasarkan dengan menonjolkan kualitas audionya, antara lain : iPhone, HTC (tipe tertentu), Meizu (tipe tertentu), dll.

Kenapa harus menggunakan Digital Audio Player tersendiri/dedicated ?

  • Suara lebih bagus
  • Komponen/chip pemroses suara otomatis lebih berkualitas
  • Battery life DAP lebih panjang daripada smartphone
  • Menikmati lagu lebih nyaman karena tidak terganggu notifikasi dan aktivitas smartphone lain
  • Support file format audio yang lebih luas hingga ke hi-resolution audio.

Jadi mana yang harus saya pilih antara smartphone atau DAP tersendiri ?

Jawabnya mudah sekali, kalau Anda memang benar-benar ingin cari kualitas audiophile yang bagus dan benar-benar detail, maka pakailah DAP tersendiri untuk memutar file musik Anda.

Apalagi saat ini kebanyakan DAP sudah mempunyai interface yang menarik dan mudah digunakan dan sudah dilengkapi dengan fitur bluetooh untuk mengakomodir headphone/earphone wireless.

Lain cerita jika, anda lebih suka kepraktisan dan tidak terlalu memusingkan kualitas audio (misal, ada iphone yang sudah punya itunes didalamnya, dan seringkali memutar lagu dengan audio kualitas iTunes yang cukup bagus), pakai saja smartphone Anda.

Yang seringkali salah adalah : sudah punya DAP tapi masih disuruh beli DAC lagi oleh teman. Nah ini agak salah kaprah. Kenapa?

Yang pertama, DAC rata-rata mempunyai input USB/input digital lain untuk dapat memproses file digital masuk ke DAC. sedangkan DAP rata-rata tidak punya output digital USB. apalagi yang low end/low budget. jadi bagaimana mau nyambungnya ?

Lain cerita kalau anda punya DAP hi-end dan DAC hi-end sekelas Chord Mojo, yang mana Anda lebih suka karakter DAC nya Mojo daripada DACnya di DAP anda. nah ini baru bisa. dari DAP hi end dikeluarkan signal digital, melalui port usb dan file akan diproses di Chord Mojo.

DAC

DAC adalah singkatan dari Digital-to-Analog Converter. Dapat berupa sebuah perangkat yang tugasnya untuk mengubah sinyal digital dari file musik menjadi sinyal analog yang digunakan untuk mengeluarkan suara di headphone/earphone.

Contoh dari DAC antara lain : FiiO Q1, FiiO E10K, iBasso D42 Mamba, OPPO HA2,  Sony HA2.

 

Amplifier

Amplifier (Portable Amplifier) adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk memperkuat sinyal suara, serta menambah beberapa sektor misalnya, memperkeras/menambah volume, menambah bass, meningkatkan treble, memperluas soundstage dll.

Contoh dari Amplifier antara lain : FiiO A3,

DAC vs Amplifier

Apa sih perbedaan dari DAC dan amplifier ? karena keduanya punya fungsi dasar yang mirip, yaitu membuat suara jadi lebih bagus.

Bedanya, DAC lebih untuk memperbaiki kualitas suara. Supaya suara lebih jernih, lebih natural, lebih clean backgroundnya, dan lebih luas soundstagenya. Semua tergantung dari jenis DACnya sendiri-sendiri. Karakter suara bisa berubah jauh dibandingkan dengan dari DAP nya, kalau sudah masuk DAC.

Sedangkan Amplifier juga memperbagus suara dengan menambahkan bass, menambah treble dll. Perlu diperhatikan adalah, jika input dari amplifier ini sudah jelek (misal suaranya kotor, atau soundstage terlalu sempit), maka hasilnya juga tetap kotor dan sempit, walaupun kadang masih bisa dibantu oleh amplifiernya menjadi lebih baik, tapi karakteristik dasar suara dari inputnya masih ada.

Nah saat ini juga ada perangkat audio portable DAC+Amp dalam 1 device. Contohnya FiiO Q1, FiiO E17K. Alat ini adalah DAC yang didalamnya juga sudah dibenamkan beberapa opAmp sebagai fungsi amplifier. Jadi selain hanya memperbaiki suara, juga menguatkan hasilnya juga.

 

Cheers!

 

Jimmy Kurniawan

KeeWee Shop Audio Reviewer