20161025_135258

Audiophile Earphone Parade Review – Part 2

20161025_134739_resize

Halo guys, back with us, KeeWee Shop, kali ini kami ingin kembali mereview beberapa pilihan earphone yang cukup populer dan favorit kebanyakan para penggemar audio. Buat anda yang sudah memiliki earphone entry level atau bahkan baru pertama kali masuk ke dunia audiophile dan ingin punya earphone yang langsung top abis, silakan lanjut membacanya.
OKE, jadi jajaran pilihan earphone yang akan kami bahas kali ini akan bertengger di kisaran harga kurang lebih 1juta-1.5jutaan.
Range harga ini kami pilih karena di harga ini termasuk terjangkau, tapi juga punya sound quality yang benar-benar bagus, jauh lebih bagus dari jajaran earphone yang sebelumnya.
Di dalamnya ada beberapa earphone yang sudah jadi patokan dan cukup familiar bagi anda sekalian, juga ada produk-produk dari brand baru yang datang dengan tuning yang baru, lebih fresh, desain lebih menarik serta harga yang lebih menantang.

Earphone-earphone tersebut antara lain :
1. Shure SE215 – 1.400.000
2. Soundmagic E80S – 895rb
3. Radius NHR11 – 1.090.000
4. Radius NHR21 – 1.625.000
5. Meze 11 Neo – 950.000
6. Meze 12 Classic – 1.150.000
7. Fischer Audio Dubliz – 1.299.000 (mic version 1.499.000)

 

Shure SE215

20161028_120335

Kita mulai dengan earphone yang udah beken dan dikenal para audiophiler di seantero dunia, yaitu Shure 215. Earphone ini punya desain yang over ear cable, dan memang didesain khusus untuk stage performance.

20161027_131326_resize

Paket penjualan Shure 215 termasuk simpel, dengan boks yang tidak terlalu besar, tapi desainnya cukup unik. Paket penjualannya cukup lengkap : ada earphone pouch dari bahan kain yang dijahit manis, bukan sekedar earphone pouch leather biasa. Juga ada cadangan eartips karet, dan 2 pair memory foam eartips yang super comfy.

Soal kenyamanan, saat saya coba, fittingnya nyaman sekali. Telepas dari bentuk housingnya yang agak besar, ternyata fittingnya cukup mudah. Bagi Anda yang belum pernah mencoba earphone over ear cable seperti ini hanya butuh waktu sebentar saja untuk mempelajari cara memakainya, dan setelah dipakai, Anda bakal merasakan kalau earphone ini pas sekali masuk di rongga daun telinga, dan langsung suara luar akan berkurang drastis! Noise isolationnya bagus sekali.
Sepertinya ini adalah efek dari eartips memory foam yang jadi standart bawaannya. eartipsnya ini saat awal dipakai mungkin berasa agak keras/sulit masuk ke telinga, tapi jika lama dipakai, lama kelamaan dia akan menyesuaikan dengan bentuk lubang telinga anda dan akan berasa nyaman sekali.

Suaranya dituning untuk keperluan monitoring, warm, almost dark, flat, dan soundstage lega. Jadi jangan terlalu mengharapkan suara yang ke arah fun atau penuh kolorasi.

Tapi uniknya, Shure 215 ini adalah salah satu earphone yang punya kuantitas bass yang cukup besar dibandingkan dengan beberapa earphone lain, terlepas dari konsep awalnya sebagai IEM monitoring. Jadi saat dicoba untuk lagu EDM semacam Steam Train, bassnya berasa boomy, tidak langsung terasa, tapi pada low bassnya cukup menghantam dan masih memuaskan banget bassnya.

Test song : Ed Sheeran – Photograph (FLAC)
Background suara SE215 termasuk clean dan berasa dark. Dentuman bass dari drum cukup mendominasi. Vocal berasa di tengah, jelas dan lugas, but not too cleary sparky. Pelafalan kata2 nya jelas, lengkap hingga ke “ch, “ish, th” nya berasa sekali.
Soundstage SE215 cukup berasa lebar, jika ada lagu yang bertipe concert, terasa bedanya audience, dan singernya. ada level dan layering nya tapi tidak terlalu deep dan penyampaian instrument dan vocalnya berasa cukup dekat.
Overall enak banget menikmati lagu-lagu dengan SE215. Apalagi Shure SE215 ini cukup kuat di sektor midnya yang bisa dibilang garang, tapi tidak menusuk dan tetap nyaman. Midnya cukup punya kekuatan yang mana dapat menghasilkan presentasi instrumen semacam gitar listrik yang strong.

SE215 ini termasuk yang gampang di drive. tidak butuh volume terlalu tinggi di smartphone iPhone untuk mengeluarkan volume yang besar di SE215.
Tapi perlu dicatat, waktu saya coba sekilas dengan beberapa Android based smartphone (Samsung, xiaomi), potensinya kurang keluar, mungkin butuh utak-atik software music playernya atau menambah amplifier supaya bisa mendapatkan potensi earphone ini supaya lebih terasa.

Pro :
– Over ear cable, cocok untuk stage performance
– Tidak mudah lepas
– Paket penjualan cukup lengkap : pouch, foam tips, rubber tips
– Suara yang warm, nyaman dalam waktu lama.
– Great soundstage.
– Comfort-comfort-comfort : Fitting nyaman dan ekstra comfort.
– Seal dan noise isolation salah satu yang terbaik di kelasnya.
– Built Quality Bagus, kabel tebal dan detachable
– Dilengkapi dengan memori foam yang super comfy dan good seal.

Cons :
– Tidak terlalu cocok untuk casual use yang butuh kepraktisan
– Tanpa mic.

 

Soundmagic E80s

20161028_115615

E80s adalah earphone termurah dari review kali ini, beda sedikit dengan Meze 11 Neo yang hanya beda 50rb an aja. Saya masukkan E80s di review kali ini karena sound qualitynya saya anggap sudah sebanding dengan earphone2 lainnya, dan jangan lupa, soundmagic terkenal banget dengan produknya yang tergolong murah untuk kelasnya, tapi suaranya melebihi harganya.
E80s ini adalah earphone kedua yang saya review pada kali ini, dan hopefully suaranya tidak mengecewakan jauh dari juara dunia Shure 215.

Sebelumnya saya sudah pernah mereview E80s lebih detil, bisa anda baca di sini.

20161027_130335_resize

Paket penjualan E80s boksnya simpel, masih mirip dengan boks penjualan Soundmagic earphone yang lain. Tapi kelengkapannya cukup generous. Bonusnya banyak. Ada earphone pouch, ada eartips cadangan berbagai ukuran, dan juga ada duo flange tips juga. Bahkan diberi juga comply tips.

Singkat saja, E80s punya karakter suara yang warm, punya bass yang besar, cukup besar hingga hampir menyamai earphone-earphone yang bass head (misal, Sony XB80AP atau ATH CKS880is, atau Radius NHR11), tapi masih mampu menghasilkan karakter suara audiophile yang enak dan rapi, dan yang paling saya suka dari E80s adalah : vocalnya. Vocalnya isitimewa banget. Very-very forward dan sangat tebal berbodi. Cocok sekali untuk lagu jazz yang butuh vocal berat dan berbobot.
Satu hal minor yang sedikit mengurangi keistimewaannya adalah, bassnya yang besar, kadang mempengaruhi vocalnya, jadi ada sedikit harsh beberapa waktu saat vocal berada di low dan bassnya keluar.
Mid. Untuk presentasi mid frequency, jika dibandingkan dengan Shure 215, anda akan merasa midnya ringan dan enteng banget, bodinya lebih kecil, tapi lebih bright dan mudah merasakan efek sparkynya di E80s.
Sedangkan freqeuncy highnya berasa lebih bright daripada SE215. Jadi sparky-sparky di e80s lebih terasa. lagu akan terasa lebih hidup dan berwarna. Seperti percikan saat cymbal dipukul terasa sekali efek after soundnya. “cezz cezz” nya terasa.

Pros :
– Harga paling murah dan terjangkau
– Fitting nyaman dan gampang banget
– Kelengkapan penjualan lengkap dan cukup berlimpah. Dapat bonus earphone pouch dan Comply tips.
– Suara yang warm dan bassy
– Detail tidak menusuk dan rapi.
– Vocal istimewa, forward dan tebal berbobot.
– Sudah dilengkapi dengan mic.

Cons :
– Kadang ada sedikit harsh di vocal sektor bawah (low)
– Sedikit lebih berat untuk di drive. tapi masih oke walaupun direct dari smartphone.

 

Meze 11 Neo – 950.000

20161028_121409

Selanjutnya adalah Meze 11 Neo. Earphone ini dibanderol dengan harga cuma 950rb saja, kembali ini adalah salah satu earphone termurah di review kali ini.
Meze adalah produsen produk audio asal Rumania yang baru-baru ini lumayan banyak diperbincangkan karena jajaran produknya termasuk budget friendly, dan punya karakter suara yang detail, balanced, ringan dan enjoyable banget.
11 Neo adalah produk entry levelnya. Bagaimana performanya ? Sudah pernah saya review sebelumnya di sini : Review Meze 11 Neo.
Jadi saya tuliskan secara keseluruhan saja. Meze 11 Neo punya karakter suara yang natural banget. Suaranya balanced, natural dan ringan. Cocok untuk Anda yang inign earphone yang mengutamakan detail daripada power bass. Ya, bassnya memang tidak besar. Bassnya bertipe punchy.
Untuk lagu acapella, atau akustik berasa enak banget, karena tidak ada interfensi dari eksesif bass yang berlebihan. Jadi anda dapat mendengarkan murni vocal, atau instrumen lainnya dengan jelas dan clear.
Backgroundnya bersih, karakter suara juga cukup bright.
Detail dari earphone ini salah satu yang terbaik dari lawan-lawannya. bahkan di harga under 1 juta, ada beberapa sektor lagu yang mudah ditemukan dengan earphone ini, bahkan lebih baik dari E80s dan SE215 sekalipun.

Test sound : I Don’t Love You – Urban Zakapa – iTunes.
Dentingan gitar pada awal lagu juga terasa ulem, gesekan senar gitar terasa mantap. Vocal juga terasa lepas dan open banget, serta posisi cukup forward. Mudah sekali untuk mencapai nada tinggi dari Jo Hyun Ah di 11Neo, tapi tidak sampai menusuk. Dentingan piano terasa bright. Saat duo vocal kedua singernya mucnul bersamaan, dan dibarengi juga dengna gitar dan drum, tidak terasa bertabrakan, walaupun singernya mengeluarkan nada tinggi.

Genre yang cocok : slow pop, vocals, akustik.

Well 11 Neo adalah salah satu earphone the best untuk urusan detail di review kali ini. dan apalagi harganya termasuk yang paling murah dikelasnya.

Pro :
– Suara balanced dan natural
– Detail dan soundstage bagus
– Desain dan Built quality yang bagus dan finishing yang expensive look.
– Kabel cukup tebal, dan tidak rawan tebelit.
– Sudah dilengkapi dengan microphone.

Cons :
– Kelengkapan penjualan minim
– Tidak diperuntukkan bagi bass head.
– Noise Isolation biasa saja.

 

Meze 12 Classic – 1.150.000

20161028_115220

Meze 12 adalah kakak dari 11 Neo, yang punya built quality yang lebih istimewa karena punya housing dari kayu asli. Mampu menghadirkan suara yang lebih berbobot dan lebih natural untuk urusan dentuman bass. Jadi tekstur bassnya lebih terasa. Dan memang saat saya coba, untuk lagu-lagu EDM di 12 Classics ini lebih terasa mudah dinikmati. Bassnya cukup boomy dan saat ada isntrument drum juga lebih terasa pukulan stik ke gendang drumnya lebih natural, bukan asal “jedug” saja.

Untuk vocal terasa lebih tebal, dan lebih hidup, tapi juga lebih forward, dan kadang agak over open di nada tinggi jadi sempat beberapa kali agak too bright di telinga saya.
Sepintas lalu, suara dari 12 classics ini mirip dengan e80s tapi dengan bodi mid dan high yang lebih tebal, serta bass yang lebih powerful. Dan, tidak ada harsh di vocal seperti di e80s tadi.

Genre yang cocok : EDM, pop beat, jazz

Pro :
– Suara yang lebih berbobot dari 11Neo
– Karakter suara yang warm dan bodi suara yang lebih tebal
– Housing dari kayu yang memberikan efek suara yang lebih mewah dan natural.
– Better bass resolution dan power.

Cons :
– Mirip dengan 11 Neo, penjualan minim
– Kadang (kadang sekali) ada frequency tinggi yang menusuk di nada tinggi.

 

Selanjutnya saya akan mereview 3 earphone yang menurut saya punya karakter bass head cukup heboh. Sulit sekali untuk membedakan dari ketiganya karena mereka cukup bersaing satu sama lain dengan kompetitif.

Fischer Audio Dubliz – 1.299.000 (mic version 1.499.000)

20161028_115031

Sejak diluncurkan di Indonesia beberapa waktu lalu, Fischer Audio Dubliz ini sudah menjadi salah satu earphone yang sering terngiang-ngiang di kepala saya sampai hari ini. Mungkin banyak di antara anda yang tidak mengetahui atau belum mencobanya, well Anda harus coba.
Desainnya mungkin bukan terbaik di sini, tapi cukup unik dan bisa jadi favorit Anda. Apalagi dengan material dari aluminium aviation-grade yang biasa dipakai di industri pesawat terbang. Finishingnya juga rapi dan sealnya bagus. Finishing kabelnya juga bagus, diperkuat dengan Kevlar threads, jadi tidak mudah putus dan kabelnya dari copper murni untuk menghasilkan suara yang terbaik.
Untuk fitting, memang bukan yang terbaik (lagi-lagi), nozzle dan tipsnya (ukuan M) terasa cukup besar dan memenuhi lubang telinga saya, tapi masih taraf ok dan tidak sampai menyebabkan sakit di telinga yang berlebihan.

20161027_131901_resize

Paket penjualannya cukup bagus kelengkapannya, lengkap dengan pouch, serta cadangan eartips untuk ukuran S, M dan L. Serta packagingnya cukup rapi dan well prepared lengkap dengan penjelasan kelebihan material dan technicalitynya.

Sound Performance :

Sebetulnya oleh Fischer Audio, Dubliz ini diposisikan sebagai earphone yang punya karakter suara yang natural dan balanced, well tapi menurut saya earphone ini sekilas saja dicoba sudah ketahuan kalau cocok untuk basshead.
Di kelas harganya yang 1jutaan lebih, Dubliz punya karakter suara proporsi bass dan high yang Vshaped and bassnya boomy istimewa. Bassnya berotot banget. bukan hanya powernya besar, tapi kontrol reflex bassnya bagus sekali. Berasa punya speaker besar yang mampu mengeluarkan bass di night club di Tokyo (jauh amat di Tokyo #lol). Bassnya benar-benar berada di beda level dengan E80s atau Meze 12 Classics.
Berasa ditinju oleh boxer Russia kelas killer. Kalau Meze 12 Classics atau E80s berasa ditinju oleh boxer Indonesia kelas baku hantam aja #lol.

Bass Great, Mid dan Vocal great. Proporsinya cukup balanced di lagu-lagu yang easy listening. So tidak ada yang over, dan berasa pas. Karakter overallnya masih tipe-tipe warm.
Untuk highnya juga berasa nyaring. Lebih nyaman dan lebih enak didengar daripada NHR11 (yang akan saya review berikutnya) yang terlalu bright sometimes.

Minor notes : Sometimes bassnya sempat nutupin beberapa sektor vocal. Kadang jadi muncul bass-bass yang sedikit di background (buat anda yang merasa agak terganggu, berarti lebih baik pilih Meze 12 Classics atau 11 Neo aja).

Genre yang cocok : EDM, EDM, EDM, buat edm sudah pasti cocok. Selain itu, untuk jazz yang butuh suara yang tebal, dan vocal songs juga mantap banget.

Buat Anda yang suka semua lagu dimasukkin di HPnya, mulai dari jedung-jedung sampai kencring-kencring, Dubliz ini adalah jawaban dari semua masalah Anda.
Kebanyakan genre lagu masuk. Butuh power gedhe untuk bass ? bisa! Butuh suara yang nyaman dan gak ear-fatigue ? bisa!

Pro :
– Bassnya salah satu yang punya bass reflex terbaik di review kali ini.
– Cocok bagi yang menyukai suara yang tebal.
– Tersedia mic dan non mic
– Bass head, bass head
– Warm sounding, with a little bit of v shaped frequency lines.

Cons :
– Soundstage biasa saja. Berasa di depan kita.
– Jack 3.5mm belum letter L.

Radius NHR11 – 1.090.000

20161028_114933

Sebelumnya saya sudah pernah mereview NHR11, bisa Anda baca di sini : Review Radius NHR11.
NHR11 adalah earphone bass head kedua yang saya coba. Seperti adiknya si NEF31, NHR11 masih hadir dengan karakter suara yang Vshaped (banget) dan penuh energi dan agresif banget. Cocok buat anda yang suka lagu-lagu yang menghentak dan yang suka proporsi suara yang over than usual.
Bass? Gedhe! Gedhe mana ama dubliz ? well…. hampir sama. tapi karena soundstage NHR11 lebih kerasa lebar, jadi bassnya lebih memenuhi kepala kita. Cuman, imagingnya radius masih mirip-mirip semua, letaknya tidak di depan kita, tapi serasa di atas kepala kita.
Apalagi di NHR11, high frequencynya lebih terasa extended, dituning supaya lebih keluar dan lebih crisp, jadi jika Anda play lagu yang kombinasi bass+instrument nada tinggi, keluar barengan, bisa terasa agak tajam.

Minor notes : masalah di earphone vshaped masih terjadi di NHR11. bassnya kadang berasa bikin suara kurang bersih kalau dipakai untuk lagu-lagu yang balanced ga butuh bass besar.

Pro :
-Soundstage cukup lebar, better than Dubliz, tapi berasa terniang-ngiang di atas kepala.
-Big Bass, extended highs. Detail bagus
-Lebih mudah di drive.

Cons :
-Kadang highnya too bright dan sparky, dan terlalu standout menghalangi presentasi bassnya

Radius NHR21 – 1.625.000

20161028_114750

Sebelumnya saya sudah pernah mereview NHR21, bisa Anda baca di sini : Review Radius NHR21.

Radius NHR21 mirip banget dengan NHR11, hanya bedanya yang paling kentara adalah separasinya lebih bagus, bass lebih terkontrol, over bleeding bass yang ketara di NHR11 jadi lebih bersih, dan highnya lebih sopan, tidak asal terjang seperti NHR11. Selebihnya, mirip banget ama NHR11.
Tapi, kalau memang Anda ada budget, ambil NHR21 adalah pilihan yang lebih wise daripada NHR11. Kenapa? karena gabungan kerapian dan high yang lebih clean bikin lebih nyaman dipakai, komposisi suaranya jadi lebih enak, dan detail-detail kecil juga lebih terasa.
NHR11 vs NHR21 jka dipakai untuk lagu EDM yang bass doang, mungkin tidak terlalu terasa. tapi kalau dipakai untuk lagu yang lebih ke arah detail dan perpaduan bass-mid-high, akan terasa bedanya. Detail-detail nya di NHR21 lebih mudah diidentifikasi dan dibedakan.

Pro :
– Better bass control, highs.
– Separasi vocal, instrument dan lainnya yang lebih baik.

Cons :
– Soundstage masih sama seperti NHR11.
– Imaging masih terasa kurang luas.

Conclusion :

Di range harga 1jutaan, earphone-earphone audiophile dari berbagai brand ini sudah menunjukkan banyak perbedaan suara, positioning dan targetnya sendiri-sendiri, jadi agak sulit untuk menentukan mana earphone terbaik dari semuanya. Tapi saya akan memilah-milah kelebihan masing-masing untuk menentukan mana yang bagus ini, mana yang bagus di sektor lainnya.

Most Favourite Earphone : Meze 12 Classics

Best Sales Package : Soundmagic E80S
Best Detailed Sound : Meze 11 Neo.
Best Basshead Earphone : Fischer Audio Dubliz dan Radius NHR21.
Best Stage Monitoring Earphone : Shure 215.

Setelah membaca review ini, jika Anda masih bingung dengan pilihan earphone mana, Shure 215 adalah pilihan  aman bagi Anda dan sudah menjadi standart di mana2. Mau dipakai untuk perform di stage/panggung enak banget, mau dipakai casual use juga masih enjoyable, walaupun anda harus penyesuaian sedikit dengan kabel over earnya yg rada ribet.

Selebihnya, kalau Anda sudah agak bosan dengan Shure 215, atau menemukan kalau suaranya terlalu “biasa”, atau tidak suka earphone yg over ear yg ribet, anda bisa pilih :
Bass head : Fischer Audio Dubliz atau Radius 11 atau sekalian Radius NHR 21 yang lebih rapi dari NHR11.
Kalau suka detail dan natural sound, sudah pasti Meze 11 Neo. Nyaman, ringan dan santai suaranya jadi bisa enjoy gampang banget dengan earphone ini.

Kalau budget agak mepet, E80s juga bisa jadi pilihan, walaupun harganya under sejuta, tapi kualitas suaranya tidak bisa dianggap remeh dan very recommended. Bass great, detil sip, vocal renyah.

Meze 12 Classics, very recommended and our favourite.

Dan terakhir, kalau anda cari earphone yg gampang banget dinikmati, ambil saja Meze 12 Classics. Suaranya lebih natural dan tebal dari Meze 11 Neo, tapi juga masih balanced dan sangat rapi separasinya. Gampang banget juga di drive di smartphone. Mau genre lagu apapun masih masuk dan ga bakal menghasilkan suara yg terlalu mendem atau bahkan terlalu menusuk, bassnya juga mantap enak diajak EDM dan tidak over menutupi detil. All round mantap. Harganya juga masih di kisaran 1jutaan.
Very recommended, dan dia jadi earphone favorit saya saat ini.

 

Test Setup :

  • iPhone 6s
  • Macbook Pro

Test app :

  • iTunes
  • VOX

Test Music :

  • The Chainsmokers – Closer (feat. Halsey) [R3hab Remix] – iTunes
  • HI-LO & Chocolate PUMA – Steam Train – iTunes
  • Clazziquai Project – Speak of Love – iTunes
  • Diana Krall – Fly Me To The Moon – FLAC
  • and some more…

 

Cheers,

 

Jimmy Kurniawan

KeeWee Shop Audio Reviewer