fiio ss

DAP Review : $100-$200 Budget Entry Level DAP Parade

Parade Review DAP Entry Level berbudget $100-$200 (Rp. 1-2,5jt).

Hi Guys, kembali lagi di parade review saya. Kali ini karena akhir-akhir ini, banyak DAP2 baru bermunculan. Dengan banderol harga yang tidak terpaut jauh, pasti sedikit banyak membuat anda bingung mana DAP yg tepat buat telinga.
Beberapa DAP yg akan saya bahas antara lain :

  1. FiiO X1 2nd Generation
  2. HIDIZS AP60
  3. XDUOO X10
  4. NINTAUS X10
  5. SHANLING M1
  6. Cayin N3

Ke lima DAP di atas saya pilih karena :

1.) DAP2 terbaru yg baru beberapa bulan ini diluncurkan. Yes, semuanya dari brand dan pabrikan negeri China, yang mana produk2 audio dari China ini semakin bagus built quality dan sound performancenya.
2.) Semuanya punya range harga antara 1juta-2.5jutaan.

3.) Semuanya sudah support DSD dengan harga segitu.

Seperti biasanya, review saya akan secara singkat, overall mengenai sound performance, dan beberapa poin plus dari produk tersebut. Saya tidak akan membicarakan terlalu detil mengenai spek (ukuran, impedance, gain, battery life, dll), spek bisa anda baca di detil produk tersebut di website ini juga.

FiiO X1 2nd Generation

Ya, siapa yang tidak tahu merk FiiO, kecuali anda benar2 newbie di dunia audio portable, FiiO adalah salah satu merk produsen audio portable dari China yang punya lineup produk yang bagus, barang2nya boleh diadu kualitas dan built qualitynya dengan merk2 jepang dan bqhkan eropa. X1 adalah DAP entry level dari FiiO untuk kelas audio serius. Dan kini hadir versi keduanya setelah X1 yang lama diskontinu, diberi nama X1 2nd Generation atau banyak juga yang menyebutnya Fiio X1K.
Hadir dengan tampang yang lebih manis, lebih bergaya, dan dengan layar yang lebih baik, dan juga kini warnya pilihannya tidak cuma 1 tetapi 3 yaitu silver, black dan rose gold.
Masih dengan desain yang mirip dari x1 lama, ada jog dial di bagian depannya, tapi kini berupa touch panel, bukan jog dial secara fisik seperti di x1 lama, saya rasa dengan touch panel ini akan mengurangi masalah yg timbul di mekanis jog dialnya seperti yang sering terjadi di fiio x1 dahulu.
Sales package masih sama dan mirip dengan x1 lama, tapi kini disediakan pula plastic case untuk melindungi bodi x1k supaya tidak mudah lecet bagian belakangnya.

Sound performance

X1 pendahulunya hadir dengan suara yang warm dan almost dark. Suaranya detil namun terkadang bagi beberapa orang mungkin berasa agak kurang fun, apalagi bassnya kurang greget, jadi sering audiophiler yang punya x1, akhirnya menambahkan ampli portable untuk menambah perbaikan suara di beberapa sektor.
Nah, x1k hadir dengan suara yang lebih dinamis dan fun. Hampir bisa dibilang suaranya vshaped. Bassnya lebih empuk dan bertenaga, dan overall suaranya lebih berasa berenergi dan tidak lagi dark seperti pendahulunya. Mid dan highnya juga lebih extended dan lebih terasa dentingan serta sparksnya.

Dahulu x1 sudah bisa dibilang menjadi standart dari DAP entry level portable audio, buat yang bingung2 mau beli DAP apa, kalau pilih X1 sudah paling aman. Nah X1K berhasil mempertahankan gelar itu. Saat ini pun (awal 2017), memilih X1K sebagai DAP dedicated pertama Anda atau pengganti smartphone anda untuk mendapatkan suara yang lebih baik adalah pilihan yang tidak salah. Hadir dengan karakter suara yg lebih fun dan tuning yang lebih cocok dengan karakter penggemar audio portable saat ini.

Pros :

  • Kualitas suara yang sudah lebih baik dari smartphone rata-rata.
  • Karakter suara VShaped yang mudah diterima, favorit rata-rata audiophiler
  • Bass bertenaga, mid dan high yang lebih extend daripada generasi terdahulunya.
  • Pengoperasian yang mudah, khas UI FiiO
  • Paket penjualan cukup lengkap dan ada case plastik untuk melindungi body X1K
  • Sudah ada fitur bluetooh.
  • Jog dial berupa touch panel yang lebih tidak bermasalah.
  • Sudah support DSD dan FLAC.

Cons :

  • Kadang interface jadi agak sluggish
  • Koneksi bluetooth masih agak lama
  • Line out belum dedicated port tersendiri
  • Masih belum dilengkapi dengan memori internal.

Karena karakter suaranya yang vshaped, bisa dibilang dia bisa dipairkan dengan kebanyakan cans di pasaran. antara lain yang kami rekomendasikan :
ATH M50X, Shure 215 atau 215SE, 1More Triple Driver, Radius NEF31, Takstar HI1200, Takstar TS2280, Sony MDR100AAP, Meze 11 Neo atau 12 Classics.

Kenapa memilih FiiO X1K ?

Best First Choice : FiiO X1K + Shure SE215

FiiO X1K with Shure SE215

Well, DAP ini sebelumnya sudah menjadi standart dunia audio portable, dan di generasi keduanya ini masih boleh dibilang begitu. Pilihan paling aman untuk newbie yang ingin DAP yang better dari smartphone, dengan desain yang manis, ukuran yang pas untuk dipairkan dengan ampli portable juga. Suaranya memang bukan yang paling wah dalam review ini tapi setidaknya ini karakter suara yang kebanyakan orang suka dan tidak akan menimbulkan ear fatigue karena tidak tajam.

Hidizs AP60

Saat ini banyak DAP-DAP portable yang punya fisik yang semakin kecil dan ringkas. Salah satunya adalah Hidizs AP60 ini. Sekilas pandang DAP ini mirip banget fiturnya dengan FiiO X1K, kesamaannya antara lain : Sama2 menggunakan touch panel untuk pengoperasiannya, ada modul bluetooth, dan juga sudah bisa putar file DSD untuk DAP sekelas entry level).

Saat pertama kali melihat produk ini, saya merasa ukurannya cukup kecil, praktis dan compact, cocok buat anda yang cari DAP untuk dibawa-bawa atau enjoy music on the go dan tidak ingin keribetan.

Fiturnya cukup lengkap untuk DAP kompak ini. Ada bluetooh, Support DSD, juga bisa jadi USB DAC.
Penggunaan Fitur USB DAC nya sangat simpel. tinggal masuk ke setting, dan pilih USB modenya dari storage ke DAC, colokkan kabel data micro usd kesmartphone Anda, dan suara akan berpindah ke AP60 (tanpa perlu restart dll).

Sound performance

Karakter overall AP60 ini balanced. Impact bassnya mungkin ga sebesar X1K, ekornya agak pendek tapi bodinya masih boomy.
Presentasi vocalnya warm dan tidak terlalu forward juga. Vocalnya jelas, tapi tidak terlalu jernih. Untuk nada-nada tinggi tidak terlalu high pitching.
Midnya cukup garang, hampir segarang Shanling M1 (akan saya bahas nanti).
Suaranya terdengar agak jauh dari posisi kita. Tapi sayangnya soundstagenya masih mirip2 dengan FiiO X1K. Cuman sayangnya ada sedikit terjadi kadang kala ada instrumen yang agak berdekatan dan sedikit overlapping.

Pros :

  • Ukurannya kompak, praktis untuk dibawa-bawa mobile
  • Batere tahan lama
  • Suara balanced, soundstage lega.
  • Support Bluetooth 4.0

Cons :

  • Touch panelnya agak kecil, mempersulit pengoperasian
  • Separasi suara average

Kenapa memilih AP60 ?

Very Smooth Combination. Hidizs AP60 with Takstar TS2280

Hidizs AP60 with Takstar TS2280

Buat anda yang mencari alternatif FiiO X1K dengan ukuran yang lebih kompak dan bisa support USB DAC, AP60 bisa jadi jawabannya. Sudah support untuk Bluetooth juga. jadi cocok banget buat anda yang suka memakai cans bluetooth/wireless dan ingin menikmati lagu on-the-go. Untuk suara juga mid nya lebih garang daripada X1K, jadi cocok untuk lagu-lagu yang mengandalkan instrument terutama gitar dan sejenisnya.

 

xDuoo X10

xDuoo X10 adalah DAP terbaru dari xDuOO setelah X3 yang fenomenal beberapa waktu lalu. xDuoo dikenal dengan produk-produknya yang harganya miring, tapi kualitas suaranya melebihi kelas harganya (terbukti dari xDuoo X3 dan X2 sebelumnya).

Seperti produk xDuOO sebelumnya, X10 ini fokus sekali di segi kualitas suara, jadi segi fitur dan desain tidak terlalu diperhitungkan. Fiturnya minim banget, tidak ada USB DAC atau bahkan konektivitas bluetooth.
Desain fisik xDuOO X10 juga mungkin agak kurang menarik dibandingkan FiiO X1K, ada jog dial di tengah2 bodinya, dan ada beberapa tombol di bawah layar, dan sisi kanan. Pengoperasiannya cukup mudah dan tidak perlu pembelajaran terlalu lama karena banyaknya tombol tersematkan tadi.

UI dan sistem operasinya simpel, jadi booting pertamanya cukup cepat. navigasi ke menu-menu di dalamnya cukup cepat dan tidak ada efek lag. Layar LCD nya cukup bagus, meskipun masih terlihat tidak terlalu rapat pixelnya, tapi cukup baik untuk menampilkan album art dengan baik. Dan Layarnya cukup besar, memanjang ke bawah jadi dapat menampilkan banyak baris lagu dan pilihan2 menu UI.

Masih menganut pola desain DAP lama, tombol pengaturan gain ada di bagian bawah DAP. Secara desain mungkin kurang manis, tapi praktis dan simpel banget kalau anda sering bergonta-ganti cans yang bervariasi impedansinya. Jika kurang keras volumenya, anda tinggal switch aja gainnya.

Di X10 ini juga disediakan 1 line out jack untuk disambungkan ke portable amp. Dan X10 ini satu-satunya DAP di review kali ini yang sudah ada 2 slot MicroSDnya.

Sound Performance

Overall Xduoo X10 bernuansa karakter suara warm, walaupun begitu di frequency tinggi nya agak extend juga.
Untuk lagu jazz, vocalnya yang terasa warm banget. mild dan mid centric. Positiongnya di tengah. Vocalnya mendayu-dayu dan bawaannya santai tapi berbobot. Vocalnya tidak kejar-kejaran dengan instrument di mid frequency.
Sesuai dengan harganya yang paling tinggi, xDuoo X10 punya soundstage yang paling lega, dan paling luas. Instrument tertara rapi dan berjarak tidak terlalu dekat ke kita, berasa ada di dalam ruangan hall, dan alat musik ada di atas  panggung di depan kita. Presentasinya halus, tapi detil, serta suaranya mewah dan megah. Impact dan attack nya tidak agresif, tapi malah nyaman dan enak banget.

Bassnya bertipe boomy dan terasa teksturnya juga bagus. Buat yang mau memutar lagu EDM di DAP ini juga masih bisa.

Lega, mewah, rapi tapi juga detail, serta punya background suara yang bersih (black background). Hal-hal yang susah dicapai di dunia portable audio, tapi X10 mampu menghadirkannya dengan banderol harga yang terjangkau.

Buat Anda yang suka suara yang attack agresif atau fast paced, mungkin agak kurang cocok, tapi kalau Anda cari detail, kenyamanan lagu dalam waktu lama, suara yang berbobot dan kelegaan yang istimewa, X10 jawabannya.

Pros :

  • Sweet vocal dan mid details.
  • High cukup extended, tapi tidak menusuk
  • Bass boomy bodynya jadi cocok untuk instrument bass yang butuh body tebal.
  • Soundstage luas banget.
  • Sound Performance yang terbaik di review kali ini.
  • Pengoperasian mudah (banyak tombolnya)

Cons :

  • Desain fisiknya bukan selera semua orang.
  • Fitur minim.

Kenapa memilih xDuoo X10 ?

Sweet Natural Sound comes from xDuoo X10 and Meze 12 Classics wooden earphone

xDuoo X10 with Meze 12 Classics

Satu alasan kuat memilih X10 adalah sound performancenya yang paling mewah dan nyaman dalam review kali ini. Separasi dan soundstagenya patut diacungi jempol. Ambillah DAP ini murni untuk mendapatkan sound quality yang top punya.

Nintaus x10

Nintaus adalah pendatang baru di dunia audiophile, khususnya di Indonesia. untuk DAP saat ini dia hanya mempunyai 1 produk saja yaitu seri X10 ini
Saat pertama bertemu dan melihat packing penjualan dari Nintaus X10 ini terbesit dalam hati, ini produk “China” banget yah. “China” banget maksudnya disini adalah packingnya ala kadarnya, tanpa desain yang dipikirkan benar-benar, dan mengesampingkan segi estetika.
Packingnya dari kardus biasa aja, yang diblut dengan plastik mika agak buram (yes, agak buram), dan diisolasi (yes diidolasi).
Oke, sebelumnya saya sudah searching di Google, ini NIntaus X10 kayak apa sih, dan saya tidak menemukan info apapun. (Whattt?) Dan akhirnya saya coba telusuri lebih dalam lagi dan menemukan di site head-fi.org tentang X10 ini.
Well, saat saya membuka packing nya dan meilhat fisik dari X10, dahi berkenyit, dan merasa, ini desain mentah banget ya. tombol di sana sini, ada jog dial dengan model ala kadarnya, dan ringan banget! iya, X10 ini ringan banget. Pendek kata, desain X10 ini menurut saya biasa, ehm (maaf) asal banget. Desain X10 ini yang paling kurang manis dari DAP2 di review ini. Tapiiii! setelah beberapa waktu menggunakan Nintaus ini, banyaknya tombol di sini bikin X10 ini jadi lumayan gampang dioperasikan. Tombolnya juga diposisikan tidak terlalu berdempat jadi lebih mudah dan tidak gampang salah pencet. Respon UI nya juga cukup cepat responnya, tidak terjadi lag yang bikin bete, dan waktu memutar lagu juga cepet banget (salah satu yang tercepat). Yang kurang hanya di bagian penampilan list lagu yang butuh waktu untuk scroll (semacam refresh layar yang kurang cepat)
Fiturnya sayangnya juga minim banget. benar-benar difokuskan untuk memutar lagu aja. tidak ada fitur tambahan seperti koneksi bluetooth atau usb dac dll. Fitur tambahan hanya ada fitur EQ saja. selebihnya standart, bahkan pengaturan untuk mengatur brightness layar pun tidak ada.
Untungnya di X10 ini sudah disematkan 1 port 3.5mm untuk Line Out dan dipaket penjualannya tertulis ada memori sebesar 16GB, yang ternyata diberikan dalam bentuk microsd 16GB class 10 non brand.

Sedikit yang agak annoying, saat play file FLAC ke atas, dan DAP ini akan masuk ke turn off backlight, ada sedikit lag dan lagunya sempat terhenti. Hal ini tidak selalu terjadi, tapi kadang2 muncul.

Sound Performance

X10 punya karakter sound yang v-shaped. High frequencynya cukup extend jadi berasa jernih dan sparky. attacknya bagus, berasa lively dan kadang agak tajam (tapi tidak sampai pedas).
Overall DAP ini cukup dinamis, punya speed yang cepat dan tidak sluggish/lemot.
Bassnya cukup bertenaga, salah satu DAP dengan bass yang powerful. Bassnya lebih bulat dari X1K, tapi lebar bodynya kalah dikit dari X1K (hampir tidak terasa).
Midnya dan vocal berada di tengah. agak2 forward, tapi tidak terlalu mendominasi. Vocalnya masih lugas jelas dan pelafalannya pas. Vocalnya renyah, cukup deep, dan cukup intimate, vocalnya fun dan enak banget. apalagi untuk lagu2 yang menekankan vocal.
Separasinya juga tergolong salah satu yang paling rapi, di saat lagu2 yang keluar bass dan vocal dan instrument bebarengan, tidak terjadi tabrakan. Lebih rapi dari x1 malah.
Imagingnya bagus, berasa di dalam ruangan yang luas. Di lagu Alicia Keys – Halleluyah, suara tepuk tangan berasa benar-benar di belakang telinga saya, dan nyaring banget. Di lagu Rolling in The Deep by Adele, echo dan surround effectnya terasa banget. Dari awal lagu anda bisa merasakan efek surround di hall yang luas banget melalui DAP ini. di tengah lagu, karakternya yang dinamis semakin menambah keasyikan lagu ini. Emotion dan spirit dari Adele semakin terasa.
Dengan DAP yang punya harga paling murah di test ini, X10 ini mampu mengejutkan saya dengan sound performancenya.

Pro :

  • Sound VShaped
  • Performa suara salah satu yang terbaik
  • UI responsif
  • Pengoperasian mudah
  • Include Memory Card MicroSD 16GB
  • Harga termurah, bonus penjualan banyak (include earphone).

Cons :

  • Desain bukan yang terbaik
  • Fitur minim
  • UI bisa lebih baik

Kenapa memilih Nintaus X10 ?

Nintaus X10

Nintaus X10

Well, gampang banget, Nintaus X10 paling murah, paling terjangkau, banyak bonus dalam paket penjualannya dan juga suaranya ga kalah enak (bahkan bisa lebih enak dari FiiO X1K). Terlepas dari merk yang belum terlalu familiar dan desain yang kurang manis, Nintaus X10 patut dipertimbangkan.

 

Shanling M1

Shanling M1 adalah DAP terbaru yang hadir di toko saya, dan salah satu DAP paling fenomenal dan paling anticipated oleh banyak portable audio fans. Kenapa ? Karena ukurannya paling kecil, kecil banget, hampir seukuran ipon nano generasi lalu yang bentuknya bujur sangkar. M1 mirip seperti itu, hanya saja lebih tebal sedikit.
Dan Shanling boleh berbangga, karena M1 adalah player DSD Hi Res Audio terkecil yang ada saat ini.
Di ukuran sekecil ini, DAP ini memberikan fitur yang lumayan mewah dan kaya. Sudah dilengkapi Bluetooth 4.0 APTX, sudah bisa play file DSD, bisa menjadi USB DAC, dan bahkan bisa menjadi USB Transport.
Tampilan depannya 100% dipenuhi layar. Layarnya bagus banget, resolusinya tinggi 360×400 pixel yang menjadikannya DAP dengan layar paling tajam dalam review kali ini (dan boleh saya katakan dia punya resolusi terbaik dari DAP2 lain sekelasnya). Resolusinya yang tajam ini menjadikan tampilannya sangat manis, apabila lagu2 Anda dilengkapi dengan album art yang bagus, akan tampil apik dan tajam.
UI nya juga tidak sluggish, tidak terasa lag sewaktu menavigasi ke dalam menu2 dan sewaktu mencari ke dalam kumpulan lagu di memori card.
Desain M1 unik, sepertinya DAP ini paling pas jika digunakan dengan tangan kiri. Ada jog dial di bagian kanan atas belakang yang bisa digunakan untuk menavigasi menu, dan bisa ditekan sebagai tombol enter/confirm. Tombol di sebelah kiri ada tobol back, dan volume up down, bisa diakses dengan ibu jari Anda. Sedangkan untuk power ada di sebelah kanan yang bisa dijangkau oleh jari telunjuk Anda. Penempatannya pas dan tidak perlu waktu lama untuk penyesuaian. Apalagi jika digunakan saat berolahraga, akan sangat memudahkan pengoperasiannya.
Fitur bluetoothnya dapat diaktifkan dengan cepat. Untuk pairing juga sudah mirip dengan pairing bluetooth device seperti di smartphone pada umumnya. Saat saya mencoba dengan Harman Kardon Onyx Studio, dapat tersambung dengan mudah dan lancar.
Fitur USB DAC juga tersedia di M1. mirip dengan Hidizs AP60, Anda tinggal masuk ke setting, ada pilihan USB Mode, pilih ke mode DAC. colokkan ke smartphone dan suara akan berpindah ke M1. Jika tidak terdeteksi, maka Anda perlu restart M1. Yang agak annoying, pada saat jalan di mode DAC, dan tidak sengaja terpencet tombol back, maka M1 akan keluar dari mode DAC, dan kabelnya harus dicabut pasang lagi supaya DAC nya kembali aktif.

Uniknya Shanling M1 ini satu-satunya DAP yang menggunakan USB Type-C untuk mengcharge atau memindah data. USB Type-C mungkin masih agak kurang umum, dan agak susah mencari kabelnya di pasaran, untungnya oleh Shanling sudah dibekali 3 macam kabel USB to USB Type-C untuk mencharge dan transfer data.
Dan disarankan untuk mencharge dengan daya 12Volt (jangan gunakan charger handphone), gunakan port USB di laptop untuk menghindari adanya kerusakan sirkuit di dalamnya.

*update Juni 2017. Mohon maaf karena kesalahan teknis waktu review, ternyata charger kami yang bermasalah, M1 dapat dicharge menggunakan charger handphone biasa, dan daya inputnya 5Volt.

Sound performance:

M1 surprisingly punya suara yang very clean. Dan karakter suaranya berimbang antara proporsi bass dan treblenya.
Treblenya enak dan renyah, juga nyaman, dalam arti tidak menusuk atau tajam, tapi masih sparky.
Presentasi bassnya juga tidak sebesar Nintaus, tapi tidak bisa dibilang kecil. Mungkin bagi para basshead, bassnya agak kurang greget, walaupun masih boomy, tenaganya ga sebesar di Nintaus.
Overall M1 ini balanced soundnya. Rapi nya patut diacungi jempol, dan saya merasa lega sekali dengan penataan instrumentnya yang wide dan well positioned. Jadi saya merasa mendengarkan lagu-lagu jazz di DAP ini berasa santai banget dan gak bikin ear fatigue.
Urusan imaging dan kelegaan soundstage, M1 harus mengalah ke Nintaus. Imagingnya memang terasa, tapi backsoundnya terasa lebih lemah/kurang terdengar dari pada di Nintaus. Suara di M1 terasa dekat. attacknya cukup in front.
Beda dengan xDuoo X10 yang lebih warm dan lega. Mendengarkan music di M1 terasa semuanya berada dekat di depan kita. tapi semua instrumentnya dijejer rapi dan tidak berdimpitan.
Beda lagi dengan urusan detil instrument. M1 detil instrumentnya super clear dan almost very natural. dentuman drum bass terasa hingga ke gendangnya, petikan gitar bisa dibedakan antara gitar bass dan gesekan senar, bahkan ke dentingan senarnya.
Vocal di M1 juga lagi-lagi very-very nice. Jika Anda sudah suka vocal Nintaus, M1 menghadirkan vocal yang lebih intimate dan open lagi. Dan juga posisinya lebih forward dari vocal di Nintaus. Nada-nada tinggi dengan mudah tercapai di M1 dengan very delight.
M1 punya salah satu sound performance yang terbaik di review kali ini. Apalagi dengan harga yang bukan paling mahal.

Pros :

  • Desain cantik, UI cantik, Performa gegas
  • Ukuran kompak dan very practical untuk dibawa-bawa
  • Sound balanced dan very refined.
  • Soundstage lega, separasi rapi.
  • Layar terbaik di kelasnya
  • Support DSD dengan ukuran hanya sekecil ini
  • Sudah support Bluetooth, USB DAC

Cons :

  • Menggunakan USB type-C yang saat ini masih tidak terlalu populer, menyulitkan untuk mencharge jika tidak membawa kabel bawaannya.
  • Charge harus 12V yang kebanyakan disediakan via PC/laptop saja (adaptor 12V agak jarang).
  • Fitur USB DAC nya tidak sesimpel Hidizs AP60.

Kenapa memilih Shanling M1 ?

Best detailed sound from Shanling M1 and 1More Triple Driver Earphone

Shanling M1 and 1More Triple Driver Earphone

DAP kompak, layar bagus, suara yahud dan full of energy, cocok banget buat anda yang energetik dan dinamis, tapi suara tidak memekakkan telinga. Harganya memang hampir yang paling tinggi dalam review ini dan memang worthed banget.
Diimbangi dengan desain yang cantik, fitur yang melimpah, presentasi UI yang manis, semakin membuat Anda ingin menimang DAP ini.

Cayin N3

Cayin N3 adalah DAP yang paling baru dirilis dalam bulan April 2017 lalu. N3 punya form factor yang paling pas mnurut saya. Ukurannya mirip dengan FiiO X1 2nd gen, tapi dengan layar yang lebih besar dan lebih baik resolusinya. Tombolnya bertebaran di sekeliling DAP. Ada tombol power dan volume di sebelah kiri. 3 tombol play, prev dan next lagu di sebelah kanan bodi. dan juga masih ditambah 5 tombol lagi di bagian depan. 4 tombol pertama ini bermekanisme touch panel. Tombol tengahnya hanya dapat ditekan untuk menggantikan perintah “OK”/”Enter”, sedangkan untuk navigasi menu, dapat menggunakan tombol kanan dan kiri bawah untuk geser ke kanan kiri, serta ada tombol back di kanan atsa, dan tombol menu di kiri atas. Penataan tombol ini saya kurang suka karena terlalu berdempetan dan sering salah pencet (apalagi jika jari anda besar dan DAPnya dilapisi dengan silicon casenya yang agak tebal). Terlepas dari itu, navigasi UInya bagus, tidak lag seperti FiiO x1 2nd gen, cukup responsif dan snappy. Sayangnya tidak ada tombol untuk pengaturan gain (walaupun bisa diatur lewat setting), tampaknya banyak DAP yang menghilangkan tombol pengaturan gain ini, padahal sangat membantu sekali jika kita punya koleksi cans yang bervariasi impedansinya (walaupun keberadaan tombol ini terlihat jadul dan oldies).

Bagian belakangnya dilapisi dengan finishing semacam kulit sintetis yang membuat semakin classy. hanya saja material bagian depannya kurang terasa luxury, masih lebih manis FiiO X1 2nd gen, atau Shanling M1 yang simpel tapi elegan. Tapi overall desainnya masih sedap dipandang dan salah satu yang punya desain paling baik.

DAP ini sudah menggunakan colokan USB Type-C dan hanya terdapat 1 phone out yang berbagai pakai dengan line out. Fitur lain yang ada di N3 ini adalah sudah dilengkapi dengan bluetooth.

Sound performancenya patut diacungi jempol. Sebelum saya membuat artikel ini, N3 ini pernah di coba oleh salah satu customer kami dengan headphone Focal Elearnya (ya, Focal Elear seharga 16.5juta) dan beliau cukup impressed dengan performancenya (apalagi dengan harga hanya 2juta saja), jika dipairkan denga Focal Elear, suara yang dihasilkan cukup ulem, warm.

Sound stage dari N3 adalah poin terkuat dari N3. Soundstagenya termasuk yang paling luas, dan diimbangi dengan karakter suara yang balanced warm, semakin terasa lega. Proporsi frequency low, mid dan treblenya pas, dengan penempatan yang tidak saling menutupi/menonjol satu sama lain. vocalnya berada di tengah, instrumen berada di belakangnya, dan bass ada lebih sedikit ke depan daripada instrument. Quantitas bass memang bukan yang terbesar (11 12 dengan X10), tapi lebih besar daripada Shanling M1. Untuk lagu EDM, saat di compare dengan iPhone 6s, kuantitasnya hampir sama, di iPhone 6s lebih terasa boomy dan lebar bodinya, tapi di N3 lebih terasa tight dan solid, punchny juga lebih terasa, dan lebih mantapnya lagi, saat bassnya bercampur, N3 terasa lebih hidup dan energik serta rapi. Di iPhone jadi terasa agak terburu2 dan kurang rapi presentasi bassnya. Untuk lagu EDM masih boleh juga nih N3.

Dentingan instrument terasa, sedikit cring sparky, walaupun tidak menusuk, tapi juga terasa sampai di efek 3D nya.

Vocalnya jelas, bukan yang paling jernih/intimate, tapi lugas, jelas, tidak ada mis tone, dan very enjoyable. Untuk lagu jazz masih enak dan tidak berasa kurus/cempreng.

Power yang dihasilkan oleh N3 ini cukup powerful. sedikit kalah dari X10 tapi ternyata dia punya 3 macam gain setting (Low, Mid dan High) yang ternyata jika di seti di High, sangat gedhe powernya, dan bisa hampir menyamai X10.

Pros :

  • Desain dan form factor yang pas.
  • Finishing yang unik di bagian belakang
  • UI dan navigasi yang responsif.
  • Suara yang balanced to warm, rapi dan lega.
  • Layar yang besar dan resolusi tinggi.
  • Support DSD dan bluetooth v4.0 aptx

Cons :

  • Tombol bagian depan kurang enak dioperasikan.
  • Tampilan depan yang kurang expensive look (subjektif)
  • Menggunakan USB Type-C dan hanya 1 jack 3.5mm out.

Conclusion :

DAP-DAP saat ini sudah banyak berkembang baik dari segi harga yang semakin terjangkau, fitur yang semakin melimpah, dan sound performance yang kian meningkat meninggalkan kemampuan DAC dari smartphone bahkan iPhone sekalipun. Banyak DAP yang saya review kali ini mampu memberikan sound performance yang lebih bersih/clean, lebih bebas distorsi dan lebih lega, juga power lebih besar (pastinya).
Sulit sekali memilih produk mana yang terbaik dari 5 ini karena semua punya keunggulan masing-masing, jadi saya kasih gelar untuk tiap DAP.

Tidak ada DAP yang sempurna, jadi pilihlah sesuai dengan selera dan kebutuhan Anda. Buat yang butuh DAP yang praktis untuk Anda yang mobile, dan aktif, anda bisa pilih Shanling M1 atau Hidizs AP60 karena keduanya sama2 kompak dan mungil banget. AP60 menang di fiturnya, Shanling M1 lebih unggul di desainnya dan faktor ergonomisnya sewaktu dioperasikan.

Kalau Anda murni ingin mencari DAP yang punya sound quality terbaik, xDuoo X10 punya karakter suara yang terbaik di sini, very relaxing dan enjoyable menggunakan DAP ini.

Buat Anda yang masih newbie atau masih bingung menentukan pilihan, FiiO X1K adalah pilihan yang tepat. Soundnya adalah selera yang “aman” dan kebanyakan orang suka.

Sedangkan buat Anda yang ingin sound quality yang bagus tapi mungkin terbentur budget, Nintaus X10 patut diperhitungkan, apalagi dengan bonus2 penjualannya yang menggiurkan.

Memilih DAP dengan form factor yang besar seperti FiiO X1K, xDuoo X10, dan Nintaus X10 juga perlu dipertimbangkan buat anda yang suka otak-atik/menggabungkan dengan portable amp. Lebih cocok DAP berukuran besar/standart tersebut daripada DAP berukuran kecil karena akan lebih susah stackingnya.

Sekian review kali ini, semoga review ini juga dapat membantu menentukan pilihan Anda sekalian.
Test Songs :

  • Adele – Rolling in the Deep.FLAC
  • Adele – Lovesong.FLAC
  • Jessica – Fly
  • Alicia Keys – Halleluya.FLAC
  • Norah Jones – What Am I To You.DSF
  • Benny Benassi – Danceaholic.mp3 320kbps
  • Tae Yeon – Why.FLAC
  • Ailee – Symphony.FLAC

Test Gear :

  • Meze 11 Neo
  • Meze 12 Classics — kebanyakan menggunakan earphone ini
  • 1More Triple Driver — juga ini.
  • AudioTechnica E40

Compared with :

  • iPhone 6s
  • Macbook Pro

 

Salam Audio,

 

 

Jimmy Kurniawan

KeeWee Shop Audio Reviewer