20180521_100151

Earphone Comparison : Hibiki IEM vs Final Audio E2000 vs Final Audio E3000

Review Audiophile Earphone under IDR 1Million

Bagi yang sudah lama kenal dengan dunia Audio personal/Portable audio pasti pernah mendengar brand Zero Audio. Yes brand Zero audio adala sala satu brand yang cukup fenomenal dari Jepang yang beberpa lini produknya sempat masuk ke indonesia beberapa tahun lalu. Untuk kelas mainstreamnya, produknya yang paling laris waktu itu adalah Zero Audio Carbo Basso, Carbo Tenore, dan yang salah satu produknya terakhir adalah Zero Audio Zero Bass yang cukup ramai diperbincangkan orang. Buat kalian yang sempat melirik produk ini, memang tidak salah, karena pada saat itu di budget harga under 1juta (600-800rb n up), earphone Zero Bass ini cukup bagus dan memberi angin segar buat yang ingin earphone daily casual yang lebih bagus dan dengan performa suara yang lebih baik dari pada merk2 umum di pasaran yang terkadang sudah agak over budget price to performancenya (misal : audio technica, atau sennheiser)

Cuman sayangnya, Zero Audio kini sudah susah ditemui di pasaran (Penyeban jelasnya kami kurang tahu). Jadi karena banyaknya permintaan untuk produk Zero Audio, kami merasa perlu mencairkan alternatifnya yang cukup rasional karena beberapa saat terakhir ini banyak produk baru yang oke punya dan boleh dibilang dengan tuning dan produksi yang lebih baru, dapat memberi performance yang even better dari Zero Audio. So are you ready to move on from Zero Audio ?

Ada beberapa produk yang akan saya bahas kali ini, antara lain :
Over Ear Earphone AAW Shozy Hibiki IEM.
Earphone Final Audio E2000
Earphone Final Audio E3000

3 item ini saya pilih sebagai alternatif karena masih berada di range harga yang mirip yaitu di 800-1jutaan. Saya compare dengan Zero Audio Zero Bass di harga 624rb (waktu itu), yang mana kalau diimpor saat ini, kurang lebih harganya juga bakal dibanderol di harga 800rb an juga.

Let’s dig it in!

AAW Shozy Hibiki IEM

IEM Hibiki with DAP Zishan Z2

IEM Hibiki with DAP Zishan Z2

Sering juga disebut Hibiki IEM saja. Earphone ini datang dari kolaborasi 2 brand yang lagi naik daun dan punya niche market tersendiri di negaranya. AAW berasal dari Singapore, dan Shozy dari China. Keduanya berpadu mengeluarkan produk Hibiki IEM ini.

Earphone ini sangat-sangat spesial. BAnderol harganya yang under 1 juta benar-benar bisa dibilang sangat murah untuk fitur dan material yang didapat.

Disadur dari websitenya, berikut spesifkasinnya :
A single dynamic design for daily commuters

The AAW x Shozy Hibiki is unique in its form – a combination of an agronomical in-canal design fused with real carbon elements, together with a meticulously machined cable of fine audio qualities and strength. The high quality mems mic and line controls on the detachable 2-pin cable are perfectly functional on iOS and android.

Premium hand polished carbon face-plate

CIEM grade high quality copper internal wiring

Pull-resistance design with in-line control for iOS/android

High quality 2-pin copper recessed socket

10mm high-efficiency dynamic driver

3 buttons in-line remote control with reliable MEMS microphone

Hibiki comes with the 26AWG Ethos Black high-purity copper earphone cable. The 4-wire braid structure is insulated with ultra-flexible TPE sleeve, minimizing cross interference.

Hibiki features high quality recessed socket commonly seen on custom monitors, also an over-mold detachable cable

The system allows users to switch to higher-end cables or to use the Ethos Black cable on may other in ear monitors.
Hibiki comes with the 26AWG Ethos Black high-purity copper earphone cable. The 4-wire braid structure is insulated with ultra-flexible TPE sleeve, minimizing cross interference

Kabelnya dibuat dari Copper Murni, dan diulir secara braided kali 4 sehingga mengurangi interferensi suara.
Dapat kila lihat ini earphone dibuat dengan banyak kelebihan dan dibikin penuh dengan ketelitian dan pemikiran yang tidak main-main.

In line Microphone dan 3 control buttons

Juga sudah tersedia in-line mic dan control button di kabelnya. Contol Buttonnya ada pengaturan volumenya juga, nice! dan tombol untuk play/pause lagu atau untuk menerima panggilan telpon.

Agak berbeda dengan Zero Bass yang punya form factor design yang biasa, casual earphone sehari2, Hibiki hadir dengan bentuk Over Ear Earphone, dengan fisik yang lebih sophisticated audiophile-look banget. Tampilannya elegan, finishingnya terkesan efek carbon dan kabelnya braided. Kesan DIY dan high quality finishingnya terasa banget.

Mungkin desainnya bukan kegemaran semua orang dan butuh 2 x pemikiran untuk memilih over ear earphone, tapi trust me, earphone ini meskipun
pemakaiannya agak ribet karena harus over ear, begitu terpakai di telinga, tidak akan mudah lepas, dan fittingnya enak banget.
Body housingnya memang agak besar, tapi di telinga saya tidak ada masalah yang mengganggu.

Hibiki IEM adalah IEM yang paling mudah di drive di review kali ini.
Bahkan direct lgsg ke handphone saja sudah cukup bisa mengeluarkan suara yang cukup keras. hanya butuh 50-60% saja sudah cukup keras. Jika anda suka suara yang keras, bisa anda tambah lagi sampai 70-80% di smartphone/player masing2.

Sound :
earphone ini dituning dengan power yang cukup besar, mampu menghadirkan suara yang bernuansa warm, tapi lebih ke arah balanced.

bass nya bisa keluar dengan penuh tenaga, tapi bukan yang tipe2 boomy yang sampe over.

vocal : vocalnya dekat, lebih terasa intimate, terasa lebih tebal dan heavy. lebih open tapi tidak lebih sparky drpd zero bass.

Soundstage mungkin bukan yang paling luas di kelasnya, tapi hibiki punya presentasi instrument yang rapi. walaupun dominasi bass kadang masih terasa, tapi herannya instrument2 lain seperti gitar, dll terasa mudah sekali diintefikasi.
Detil2 minor juga mudah terdengar.
Layeringnya jelas, serta cukup wide.
Permainan instrument2nya hidup. benar2 mengalun very perfectly. coba dengarkan lagu bernuansa audiophile, anda akan merasakan emosi pemain isntrument terasa dalam lagunya dan dapat dihadirkan dengan penuh ekspresi.

hibiki vs zero bass :
hibiki karena vocalnya lebih dekat, di lagu-lagu yang banyak instrument, vocalnya tidak kalah dan tetap jelas, sedangkan di zero bass, instrumentnya terasa agak berbebut dengan vocalnya, jadi kadang berasa agak terlalu “rame”.
dari segi bass memang bass zero bass lebih besar, cocok untuk lagu2 EDM yang mana yang kita nikmati adalah bassnya.
Sedangkan hibiki lebih enak untuk lagu2 all rounder yang ada butuh bass powerfull tapi juga butuh instrument yang rapi dan vocal yang jelas. Dan kesan “rame ribet” tidak terasa di sini. karena vocal ada layer tersendiri di depan, sedangkan isntrument rapi tertata di belakangnya dan tidak kejar2an.

Lagu : Someday My Prince Will Come – JUJU –> Tested di Zishan Z2 dan hibiki –> kombinasi perfect untuk slow songs yang penuh emotion. very recommended! This song makes me fell i love with Zishan Z2 and hibiki. Megah, tempo dan melodi akurat, serta hidup. Very emotional.
Di Zero Bass, Vocalnya kurang terasa transparant dan kurang emotional, kehilangan aspek emotionalnya.

Lagu Crayon – IU –> better in hibiki. Hibiki berasa lebih rapi tatanan instrumentnya, dan vocal lebih intimate. cocok untuk lagu2 vocal cewek. Zero Bass terasa agak terlalu jauh vocalnya, dan terlalu “rame”
LAgu JAckie Chan – Tiiesto –> better in Zero Bass. Enak juga di hibiki, tapi memang bassnya leibh boomy di zero bass.
Lagu I Like U – Peter Han –> better in hibiki. Permainan instrumentnya lebih terasa hidup dan lively di hibiki. soundstage terasa lebih lebar di zero bass karena di lagu ini vocalnya tidak perlu dekatpun sudah terasa enak. tapi instrumennya kurang hidup, dan teksturnya kurang berasa. untuk tenaga drum memang m asih elbih gedhe powernya di zero bass.

Final Audio E2000 & e3000

Final Audio E2000

Final Audio E2000

Final Audio E3000

Final Audio E3000

2 earphone ini adalah earphone entry level dari Final Audio, brand Jepang yang sudah terkenal untuk kelas audiophile hi-endnya. Entah apa yang di pikiran mereka hingga meraka mau meluncurkan produk di kelas entry dengan price range under 1 jutaan seperti ini (karena best selling earphone mereka di beberapa waktu lalu adalah Final Audio Piano Forte IX yang harganya 30jutaan, serta headphonenya yang di kelas 20jutaan).
Well, it is not a bad thing, karena kita dapat mencicipi suara berkaratker kelas dunia dari Final Audio, dengan harga yang cukup murah.

Bentuk dan ergonomi Final Audio e2000 dan E3000 mirip sekali. hanya beda warna saja dari luar. Untuk bentuknya sangat simpel. housingnya berupa tabung kurus biasa, dengan finishing metal hitam untuk e2000 dan metallic chrome untuk e3000.
Kabelnya kecil dan tipis, tapi bukan berarti jelek (ingat ini brand kelas atas dari Jepang, dan selama saya menjual produk ini, hampir tidak ada yang rusak kabelnya, mungkin karena built quality Jepang yang dijaga bener-bener oleh mereka).
Final Audio bikin kabelnya tipis ini dengan tujuan supaya earphone ini mudah dibawa2 dan simpel. menggulung kabelnya gampang, tidak mudah terikat seperti kabelnya hibiki yang braided (kabel yang braided sering mudah kusut).

Dan uniknya, karena desain housingnya yang simpel, earphone ini dapat juga dipakai dengan cara over ear. DAlam paket penjualannya juga disediakan karet earhook conversion. jadi Anda bisa menggunakan earphone ini secara over ear!

Eartips bawaannya juga empuk banget. one of the best eartips out there. Pada intinya, earphone ini bener2 nyaman, housing kecil dan kabelnya tipis ringan, jadi enak baget dibuat daily commute

E2000 dan E3000 tidak dilengkapi dengan mic, tapi buat kalian yang ingin mic di earphonenya, ada juga E2000CS dan E3000C yang ada micnya, tapi anda harus menambah kurang lebih 150-200rb untuk meminangnya.
E2000 dibanderol di harga kisaran 850rb, dan E3000 di 1.050.000.
Well, brand juga berpengaruh di sini. harganya agak susah bersaing ketat dengan hibiki yang menghadirkan spek yang lebih tinggi. Apa mau di kata, tapi tiap produk punya positioning sendiri2.

Bagaimana sound performancenya ?

E2000
punya sound tuning yang balanced.
Bassnya lebih kecil lg drpd Hibiki (hibiki bassnya ga sebesar Zero Bass).
Terlepas dari itu, untuk soundstage dan vocal dan treblenya, mirip banget ama Zero Bass.
Jadi bayangkan saja, ini earphone yang mirip banget dr Zero Bass (bahkan impedansinya juga mirip2), tapi vocalnya lebih jernih dan forward, dengan kuantitas bass leibh sedikit.
dengan tuning seperti ini, maka earphone ini cocok untuk banyak lagu, lebih all rounder.
Basshead akut, mungkin tidak terlalu cocok dengan earphone ini karena kuantitas bassnya tidak terlalu besar.
Tapi buat kamu yg ingin earphone yang buat lagu jedung2 (sebenarnya bassnya masih enak kok, cuman ga boomy banget aja), tapi juga masih bisa untuk lagu slow dan jazz misalnya, earphone ini masih enak banget. dan yang pasti, karena bassnya tidak mendominasi, maka presentasi isntrument jg jadi lebih bagus dan rapi.

E3000
Mirip sekali dengan E2000, E3000 adalah versi lebih berototnya E2000. Bass dan treblenya dituning sehibngga lebih bertenaga dan lebih terasa di E3000. Alhasil, didapat earphone yang hampir menyamai ZeroBass untuk sektor bassnya. sedangkan untuk vocalnya lebih enak, dan lebih tranparant sudah mirip dengan Hibiki IEM.
Untuk alunan melody dan harmoninya juga sudah hampir sekelas dengna hibiki.

Conclusion :
Buat Anda yang sudah mulai ingin upgrade earphone dari yang basshead doang ke earphone yang lebih serius di musik dan detail, 3 earphone alternatif Zero Bass ini dapat menyajikan detail dan sound performance yang jauh lebih baik. Dan saya yakin, jika sudah masuk budget kisaran 800-1jt, Anda pasti ingin earphone yang bisa menyajikan detil lebih baik, daripada sekedar more power of bass saja. Sesuaikan dengan kebutuhan Anda, karena ketiganya punya tuning sendiri2 yang menjadikannya masing2 punya spesialisasi sendiri2.
Buat yang ingin earphone yang punya suara yang megah dan mewah, dan tampak lebih audiophile classy banget, maka HIBIKI pastilah yang cocok.
Buat yang ingin earphone casual harian dengan detil yang asik yang cocok untuk semua lagu, E3000 pas banget. Bass dapet, juga detil dapat, dengan bentuk earphone yang tidak ribet untuk dipakai di manapun. Tapi jika budget anda agak mepet dari 1 juta, E2000 masih boleh dijadikan pilihan. detilnya bagus untuk earphone harga 800an.

Sekilas Sound Character Zero Bass:
Bassy. di lagu2 yang banyak porsi bassnya, bassnya cukup boomy dan mendominasi.
Vocal jelas, tapi tidak terlalu jernih. agak jauh posisinya . bodinya agak tipis vocalnya.
Treble oke. Tidak terlalu jernih, tapi masih bagus detilnya. Cuman kurang hidup.
Warm tonalnya.
Agak berat di drive.
Sounstage bukan yang utama, efek surroundnya kurang terasa.
Imagingnya juga berasa flat.

Test Songs :
Twice – Christina Aguilera
Jackie Chan – Tiesto & Dzeko
Crayon – IU
I Like U – Peter Han
Someday My Prince Will Come – JUJU

Tested on :
Samsung Galaxy Note 8 with Apple Music App
FiiO X1 2nd gen
Zishan Z2

 

 

Best Regards,

 

 

Jimmy Kurniawan

KeeWee Shop Audio Reviewer