FiiO F1 & F3 Earphone Review.

Hi Guys,

 

Ini review kedua saya untuk produk earphone FiiO. seperti yang pernah saya sampaikan sebelumnya di artikel review earphone FiiO saya sebelumnya, yaitu FiiO EX1 2nd Gen, tampaknya FiiO semakin serius menggarap produk earphone, dengan meluncurkan 2 lagi earphone yaitu FiiO F1 dan FiiO F3. Dan berbeda dengan FiiO EX1 2nd gen yang punya pricing agak middle high, 2 earphone terbaru mereka ini terjangkau banget, hanya 225rb dan 330rb aja (per Mei 2017).

Wow, sangat menarik kan ? mari kita lihat lebih dalam kedua earphone ini.

Mari kita lihat FiiO F1 :

Spesifikasinya :

F1
Type Dynamic(9.2mm)
Frequency response 20Hz ~ 20kHz
Sensitivity 97dB/mW
Impedance 16Ω
Plug 3.5mm L-shaped gold-plated stereo jack (CTIA standard)
Cord length 1.2m
Weight 19.8g
Color Black

 

FiiO F3:

Image result for fiio f3

Spesifikasi :

F3
Type Dynamic(11mm)
Frequency response 15Hz ~ 20kHz
Sensitivity 98 dB/mW
Impedance 40 Ω
Plug 3.5mm L-shaped gold-plated stereo jack (CTIA standard)
Cord length 1.2 m
Weight 19.6 g
Color Transluent(Three replaceable covers: Red/Blue/Black)

 

Sales Package:

Image result for fiio f1

Image result for fiio f3

Salut buat FiiO yang mengemas produknya dengna packaging yang yahud. Rapi, boxy, dan tidak main-main. Walaupun harganya selisih 100rb dari kakaknya si F3, tapi desainnya sama persis. Well boleh saya bilang di harga 200ribuan, ini earphone dengan desain packaging terbaik yang pernah saya tahu. Ga kayak earphone murah gitu lho packagingnya.

Dan lebih shocking lagi, di dalamnya masih dikasih Earphone case bahan semi hard-case! Selain itu, standart aja, ada juga eartips cadangan dengan ukuran S dan L.

 

Design and Feature :

FiiO F1

Image result for fiio f1

FiiO F3

Image result for fiio f3

F1 simpel aja, straightforward desainnya gak aneh-aneh, IEM biasa dengan kabel menjulur ke bawah. Bahan plastic, dan desain housingnya berbentuk boxy dengna finishing glossy yang cukup sturdy dan kokoh. Desainnya mungkin bukan selera banyak orang (mungkin beberapa orang lebih suka bentuk earphone Radius NEF11 yang lebih berkesan futuristic look dan unik), tapi F1 mencoba berpenampilan futuristik robotik yang saya rasa kurang berhasil tapi cukup fungsional, housingnya yang menjulur ke bawah, jadi enak dipegang dan mempermudah waktu melepas earphone dari telinga.

F3 punya desain konsep yang mirip, tapi dengna bentuk housing yang berbeda, semi rounded rectangle yang punya housing dapat diganti-ganti warna biru-merah-hitam. Dan F3 punya form factor over ear earphone, tapi juga bisa juga dipakai biasa dengan kabel menjulur ke bawah.

Keduanya punya fitting yang nyaman, tidak sakit di telinga. F3 terasa lebih nyaman daripada F1. Yang disayangkan, F3 tidak ada memori wirenya di dekat housingnya, jadi kabelnya mudah lepas dari belakang daun telinga.

Secara built quality, keudai earphone ini punya built quality yang bagus. sudah bisa menyamai produk-produk produsen Jepang seperti Audio Technica atau Radius. Kabelnya juga cukup tebal, dan dengan material anti kusut/tangle-free. Jack 3.5mm nya juga sudah model bentuk L-shaped. Dan juga sudah dilengkapi dengan microphone dan control talk.

Catatan : Tombol play pause, volume up/down lagu dapat berfungsi dengan normal untuk smartphone Android/tablet Andriod saya, tapi sewaktu saya coba di iphone saya, tombol up/down volumenya tidak berfungsi. Saya belum sempat menyoba di Apple iDevice lain pada saat review ini dibuat.

 

Sound Performance:

F1 punya karakter suara yang warm, dengan bodi suara yang cukup tebal, bass yang dominan sudah terasa sejak awal saya mencobanya. Vocalnya cukup jelas, walaupun bukan yang jernih sekali, tapi cukup enak didengar. Positionnya agak di tengah, tidak terlalu forward banget. Urusan detail berasa cukup rapi, walaupun micro detailnya tidak terlalu istimewa. 1 hal yang bikin saya cukup kagum, soundstagenya cukup luas untuk earphone harga 200rb-an, malah berasa paling luas untuk earphone harga segini yang pernah saya coba. dan juga ada sedikit kesan surround yang berlayer. Istimewa banget untuk kelasnya!

F1 vs Radius NEF 11

NEF11 dikenal punya suara yang the best untuk harga under 200rb, jadi saya rasa bakal jadi pesaing kuat F1 (dan banyak yang akan membandingkan kedua earphone ini). waktu saya bandingkan langsung, bass NEF11 yang sering dianggap orang2 sudah cukup besar, bagi saya malah berasa biasa aja kalau sudah dicompare dengan F1. Juga soundstage NEF11 berasa flat datar banget, F1 berasa lain sama sekali, jadi berasa megah dan terasa ada efek surround yang mengelilingi kepala kita. Untuk urusan treble dan vocal yang cring, memang masih menang NEF11, tapi untuk urusan bass F1 lebih yahud, dan suara lebih tebal.

Drawbacksnya, sewaktu di lagu tertentu yang permainan instrument bass dan isntrument lainnya cukup rumit, efek surroundnya kadang bikin separasi di F1 kurang rapi (tapi ini hanya terjadi di lagu tertentu beberapa saja).

Genre F1  yang cocok:

  • EDM
  • Pop Beat songs
  • Jazz, slow jazz.

F3 punya karakter suara yang lebih vshaped. treblenya lebih extended, bisa mencapai nada-nada tinggi lebih mudah dari pada F1. Soundstagenya terasa lebih lebar dan luas lagi daripada F1. Bener-bener soundstage yang istimewa untuk earphone harga 300rban. Bassnya juga terasa reflexnya lebih bagus daripada F1 yang terasa agak monoton. Teksturnya bagus dan speednya lebih ringan dan cepat. Vocal terasa lebih open dan nyaring, serta micro detailnya lebih jelas. Positioningnya juga lebih dekat daripada F1 jadi terasa lebih intimate. Micro detailnya cukup bagus, jadi jika source lagu anda kurang bagus, distorsi/hissing/grainy sound bakal mudah sekali terasa, tapi jika source file + player anda bagus, suara yang dihasilkan juga bakal benar-benar clean.

Vshaped, Vocal open nyaring, treble extend, soundstage luas. Earphone ini benar-benar worthed banget untuk harga 300rb-an dan salah satu yang highly recommended.

Kemudian jika anda lihat spesifikasinya, F3 punya impedansi 40ohm, dan f1 punya impedansi 16ohm, tapi entah kenapa setelah saya burnin kurang lebih 20jam an, F3 malah punya suara yang lebih keras dengan settingan volume yang sama daripada F1.

F3 vs KZ ZST

KZ ZST memang bagus, salah satu earphone entry level yang bisa bikin saya terheran-heran. Bass impactnya memang lebih terasa di ZST. F3 lebih menang di tekstur bass yang lebih jelas dan presentasi frequency yang lebih lengkap. Vocal sama-sama jelas, namun beda positioningnya. vocal di ZST lebih forward, F3 lebih di tengah dikit. Kalau urusan soundstage dan imagingnya, F3 masih belum bisa ditundukkan, soundstag ZST jadi terasa biasa aja. Dari segi suara, keduanya punya plus minus tersendiri, jadi perlu anda coba sesuaikan dengan selera supaya lebih pas di hati.

Genre F3 yang cocok :

  • EDM
  • Akustik
  • Vocal
  • all around.

Conclusion :

Tanpa berpanjang kata, 2 earphone ini worthed banget untuk harganya. Packagenya menarik, tidak terihat murahan, juga dengan bonus dan kelengkapan yang cukup murah hati, dan juga dengan sound quality yang tidak main-main, 2 earphone ini bisa jadi salah satu pertimbangan Anda untuk menjadi earphone pertama Anda. Buat yang suka bass yang dominan dan suara yang tebal, bisa pilih F1. Buat yang juga suka detail + bass yang oke, F3 sudah pasti cocok. Sepertinya FiiO sukses dalam menyajikan earphone yang ramah di kantong tapi juga performanya di atas harga di kelasnya.

Test Setup :

  • iPhone 6s
  • Samsung Galaxy Tab S2
  • Standart PC + onboard Soundcard

 

Test Songs :

  • Miley Cyrus – Malibu (iTunes)
  • IU – Pallette (Youtube)
  • Summer House Sessions 1 – Deep/Chill House Mix (Youtube)

 

Cheers,

 

Jimmy Kurniawan

KeeWee Shop Audio Reviewer