img_20160902_115210

Best Entry Level Hi-Res Earphone Parade Review

img_20160902_115154

Bagi kalian yang udah beberapa kali mampir ke website KeeWee Shop pasti pernah membaca review dari Soundmagic E10S, Audio Technica CKS550is, Radius NEF31, Sony XB50AP dan beberapa earphone lainnya dengan rentang harga yang kurang lebih mirip-mirip, yaitu di kelas 500ribu-an.
Dan dijamin semakin banyak baca reviewnya bakal semakin bingung. Yes, begitupun dengan kami, yang merasa di kelas 500ribuan ini semakin banyak earphone-earphone gahar yang saling unjuk gigi untuk memuaskan kebutuhan kuping Anda.

Kenapa earphone 500ribu-an ? Well, buat anda terutama yang masih newbie, pasti bingung memilih earphone dan ingin membeli satu, tapi budgetnya mepet, hanya 100-300ribu misalnya. Saran kami, menabunglah sampai Anda mampu membeli dengan budget 500rb. Kenapa ? karena di kelas ini lah entry audiophiler sebenarnya berada. Earphone2 di kelas 500ribuan (pada umumnya) sudah hadir dengan presentasi frequency yang pas, suara yang natural, less hissing (desis), soundstage yang sudah cukup lebar, serta kuantitas bass yang mumpuni, dan tentunya diimbangi dengan kualitas material yang baik dan awet, serta desain yang menawan.

Jika Anda membandingkan dengan earphone di kelas bawahnya, maka pasti ada aja yang kurang, entah kurang bassnya, atau vocalnya berasa sengau/kasar, treblenya terlalu menusuk, bodi suara terlalu kering dan kurus, dan lain sebagainya. Apalagi earphone dengan budget terbatas pastilah material dan built qualitynya tidak sebaik earphone di kelas 500rb an ke atas. Sayang dong kalau kita sudah keluar kocek lumaan tapi earphonenya tidak2 mudah banget rusak.

Tak berlama-lama, mari kita bahas satu per satu.
Kali ini saya akan membandingkan secara langsung bagaimana performa suara dan sedikit fitur tambahan dari earphone-earphone masing-masing. Jadi anda bisa menentukan mengapa saya harus memilih earphone A, dan tidak B, ataupun C.

Beberapa kandidat earphone di kelas 500ribuan yang akan saya ulas antara lain :
1. Soundmagic E10S
2. Soundmagic E10C
3. Takstar HI1200
4. Sony XB50AP
5. Radius NEF31 (full review : here)
6. dan yang terbaru Audio Technica CKS550is (full review : here)

Test Setup :

  • Macbook Pro
  • FiiO M3
  • xDuoo X2
  • Benjie S5
  • Xiaomi Mi4i
  • iPhone 6s

App :
VOX
Youtube

Songs :
Benny Benassi – Danceaholic (Youtube, MP3)
Urban Zakapa – I Don’t Love You (iTunes)
Kim Na Young – Say Goodbye (Uncontrollably Fond OST ) (iTunes)
Colbie Colliat – Live it Up

Saya mulai dari Soundmagic E10S.

img_20160902_115311
Seperti di review saya sebelumnya, E10S ini hadir dengan karakter suara yang warm, nyaman dan santai untuk dinikmati, Anda tidak akan mudah terkena ear-fatigue atau capek saat mendengarkan lagu dengan E10s walaupun dalam waktu cukup lama. 1 hal yang menjadi kelebihan E10s dan earphone soundmagic lain sekelasnya, adalah soundstagenya yang termasuk luas untuk harga 500ribuan.
Bodi suaranya pas, tidak terlalu kurus sehingga berasa garing, juga tidak terlalu tebal/heavy. Jadi vocalnya juga enjoyable, pelafalannya jelas, akurat, walaupun tidak terlalu forward. Vocal dan instrument musik tertata rapi, dalam 1 garis lurus melebar, jadi tidak menutupi satu sama lain.
Sektor bass juga dapat disajikan dengan baik. Mungkin bukan yang terbaik di kelasnya, tapi bassnya punya power yang cukup besar, dan karakternya cukup boomy (tapi tidak terlalu boomy seperti KZ), tidak rollover juga.

Sound signature inilah yang menjadikan E10s favorit banyak orang (yang waktu pertama kali peluncurannya hanya bisa ditandingi oleh earphone merk lain di budget 700rb-1juta ke atas).
Hanya saja, untuk mendapatkan potensi ini, Anda harus menggunakan DAP yang mumpuni. Saat saya gunakan dengan iPhone/Macbook terasa bassnya cukup keluar, tapi saat saya gunakan Xiaomi Mi4i, bassnya agak malu2 tidak full potensial keluar. Tapi jika Anda menggunakan DAP semacam FiiO M3, xduoo X2, atau Benjie S5, tidak ada masalah.

Noise isolation dari luar cukup bagus, serta karena desain housingnya yang simpel berbentuk silinder, saya rasa tidak akan ada masalah dengan fittingnya, kecuali lubang telinga anda cukup dalam, ada kemungkinan kabelnya yang menjulur ke bawah akan terkena daun telinga bawah. Selain itu, fittingnya gampang banget dna nyaman banget.

Yang saya tidak suka dari E10S adalah untuk mengaktifkan mic dan control talknya harus memilih switch(untuk memilih antara iPhone/Android) di jack 3.5mm nya.
Tapi hal ini sudah ditanggapi serius oleh Soundmagic dan di generasi penerusnya, E10C, switch ini sudah dihilangkan. Read on…

Pros :
-Warm sounding dan performa suaranya salah satu yang terbaik dikelasnya.
-Boomy Bass dengan power cukup besar, dan solid.
-Soundstage luas dan rapi.
-Sudah dilengkapi dengan mic
-Kelengkapan penjualannya cukup lengkap (earphone case, dan eartips cadangan banyak)

Minus :
-Agak berat didrive, harus volume maksimal baru berasa agak keras. (80% di iPhone)
-Ada switch untuk menyesuaikan dengan smartphone yang tepat.

Soundmagic E10C

img_20160902_115244
E10C hadir sebagai jawaban dari para penggemar E10S yang butuh earphone yang lebih mengakomodir penggunanya. antara lain : earphone yang bisa digunakan untuk berbagai macam smartphone, kebutuhan akan volume kontrol, juga earphone yang mampu menyajikan kualitas dan karakter suara yang mengarah ke audiophile daripada sekedar untuk basshead.
Ya, semua itu dijawab oleh E10C. Di E10C sudah tidak tampak adanya switch untuk menyesuaikan dengan jenis smartphone yang dimiliki karena dia sudah bisa langsung menyesuaikan dengan smartphone, jadi tombol control play.pause nya bisa langsung digunakan.
E10C juga lebih mudah didrive daripada E10S. Tidak perlu mengeset volume terlalu tinggi untuk dapat memperoleh suara yang keras. Saya gunakan volume 50-60% di iPhone sudah cukup keras.
Untuk karakter suara, secara sekilas masih dengan signature Soundmagic, tapi agak berbeda dengan E10S yang warm, E10C lebih ke arah sedikit bright.
Mid dan vocalnya kini lebih terasa. midnya lebih bright dan sparky serta lebih terasa jelas. Vocalnya juga terdengar lebih dekat dan lebih open. Pelafalan masih bagus seperti E10C dan tidak terdengar seperti suara yang sengau. Bodi vocalnya masih enak untuk lagu-lagu jazz karena tidak kurus/garing, apalagi sekarang lebih forward, jadi emosinya lebih terasa.
Untuk bass, E10C melakukan sedikit tuning, untuk mengakomodir Anda yang butuh earphone yang tidak hanya basshead, jadi bassnya sedikit ke arah punchy (tapi body bass masih agak besar dan terasa masih sedikit boomy-bommynya), dan powernya berkurang sedikit supaya tidak menutupi instrumen yang lain.
Juga di E10C terasa backgroudnya lebih bersih lebih clean, dan separasinya lebih rapi lagi dari pada E10S.

Untuk lagu EDM, E10C masih enak, tapi sepertinya E10C ini lebih ditujukan untuk jazz, pop yang butuh beat cepat, juga untuk vocal dan akustik. Untuk Rock masih OK, speed cukup cepat, cuman midnya kurang garang dikiiit.

Pros :
-Vocal lebih sweet, mid juga lebih sparky
-Punya background yang lebih bersih dari E10S
-Bass lebih terkontrol dan lebih refine dari E10S
-Separasi lebih baik lagi.
-Jack 3.5mm sudah bentuk Y-shaped dan tidak ada lagi switch untuk menyesuaikan dengan smartphone
-Tak hanya mic, dilengkapi juga dengan tombol kontrol volume.
Minus :
-Mid nya kadang untuk beberapa lagu terasa terlalu bright dan sedikit menusuk.
-Bassnya agak berkurang powernya.

Takstar HI1200

img_20160902_115319
Inilah earphone ketiga yang saya review kali ini yang masih berasal dari China. Mungkin beberapa dari Anda kurang mengetahui kalau Takstar juga mempunyai sebuah earphone yang boleh saya bilang hidden gem. Terlepas dari desainnya yang biasa banget (yang bikin unik hanya housing drivernya yang dari kayu, dan sayangnya finishingnya glossy jadi kembali terasa kurang classy), ukuran kabel yang biasa aja, untungnya sudah dilengkapi dengan mic, dan sayangnya kabelnya aneh untuk earphone jaman sekarang, well, kabel ke driver kanannya lebih panjang dari yang sebelah kiri (ya saya tahu sih, gunanya supaya yang sebelah kanan bisa ditaruh di belakang leher dan tidak jatuh, tapi jaman sekarang orang-orang udah jarang banget menggunakan earphone seperti ini, malah ribet).
Sudah cukup kritiknya, kita coba earphone ini….
Wah, fittingnya simple ga kalah gampang dari soundmagic E10S dan E10C, malah lebih enak ini karena diameter housingnya lebih kecil dan dari kayu (tidak terasa dingin).
Suaranya : (Naikin volume dikit dulu) Dari E10C, ke earphone ini saya harus naikin volume dulu, jadi level drivenya mirip ama E10S yang agak berat.
Kecewa ? Nanti dulu, suaranya enak bagnet nih. berasa seperti E10S, tapi kok lebih maju ya vocalnya. Dan midnya tidak menusuk sama sekali (kadang terjadi di E10C).
Saat saya putar lagu Urban Zakapa – I Don’t Love You, vocalnya enak banget, intimate banget, saat singernya menarik nafas, ada desahan dll, terasa sekali dan open banget. Di belakangnya, terasa instrument bassnya dihadirkan lembuutt sekali tapi tetap solid. masuk ke menit 3:19, saat singer ceweknya meraih nada tinggi, tidak terasa menusuk sama sekali, superb!
Untuk lagu EDM, bass lownya terasa sekali, dan cukup lebar. Powernya juga lumayan, tapi agak kalah dikit sama E10C untuk urusan bass yang punchy. Karakter bassnya mirip2 dengan E10S yang boomy, dengna power lebih besar di HI1200.

Pro :
-Desain unik dengan housing kayu
-Sudah dilengkapi mic
-Kelengkapan cukup bagus ada pouch, dan eartips cadangan banyak.
-Vocal forward dan intimate
-Bass gedhe, salah satu yang paling gedhe di kelasnya.

Minus :
-Desain kabel yang agak merepotkan
-Finishing standart
-Jack 3.5mm masih lurus.
-Agak berat untuk di drive.

Sony XB50AP

img_20160902_115304
Setelah kita bahas 3 earphone merk China, sekarang waktunya kita bahas beberapa earphone dari merk-merk Jepang, yang pertama yaitu Sony XB50AP.
Earphone-earphone Jepang terkenal dengan durabilitynya yang tinggi, dan desainnya yang rata-rata lebih menarik dari earphone pabrikan China. Sony XB50AP ini salah satunya. Bentuk kabel dan minor desainnya cukup menarik dan menawan hati. Hanya saja, ukuran housingnya cukup besar dan bulky. Tapi pada saat digunakan saya tidak mengalami masalah. Ada masukan dari pengguna lain, bahwa dia kesulitan menggunakan earphone IEM macam E10S atau HI1200, tapi pada saat menggunakan earphone dengan housing semacam XB50AP malah dia merasa cocok (padahal ukurannya gedhe banget), well, Sony mungkin sudah mendesain housingnya menyesuaikan dengan bentuk dan ukuran telinga kita, jadi pada saat dipakai akan lebih fit dan cocok.

Desain XB50AP sangat simple dan tidak aneh-aneh, tidak ada permainan desain yang tidak perlu, pas banget. kabelnya sudah pipih, dan dilengkapi dengan mic juga.
Yang disayangkan adalah kelengkapannya yang minim banget. Hanya ada earphone dan eartips cadangan saja.

Suara XB50AP ini berkarakter V-Shaped. Bassnya khas sony banget. Lembut dan low bassnya beda dari beberapa earphone sebelumnya yang asal jedung aja. Bassnya lebih lengkap (mulai dari 4Hz), dan impactnya bagus. Bassnya cukup mendominasi keseluruhan suara. Kalau Anda pernah coba Headphone XB450AP, mirip-mirip deh.
Treblenya di beberapa lagu terasa malu-malu, tapi begitu keluar, dia akan langsung menunjukkan taringnya.
Untuk vocal berapa di tengah. Sebenarnya vocalnya bagus, lafalnya pas, tidak ada hiss, juga tidak mendem banget, tapi entah kenapa vocalnya terasa sedikit emotionless, jadi saya tidak merasa terlalu spesial di vocalnya. Bukan berarti vocalnya tidak enak, tapi masih lebih enak di HI1200 atau E10C. Mungkin karena karakter overallnya yang Vshaped, jadi vocalnya kurang mendapat porsi lebih di tuningannya.

Untuk bisa mengeluarkan potensi XB50AP, dibutuhkan DAP yang mumpuni seperti E10S, saat digunakan di Xiaomi mi4i, bassnya terasa agak ngambang dan kurang nonjok.

Pro :
– Suara VShaped, Frequency suara luas : 4Hz sampai 24Khz.
– Sudah dilengkapi dengan mic
– Low bassnya beda, khas sony yang lembut tapi impactful.
– Kabel sudah pipih dan desain simple dan manis.
– Sedikit lebih bening dari E10S, tapi bassnya cukup mendominasi
Minus :
– Kelengkapan minim.
– Housing besar.
– Agak berat di drive.

Radius NEF31

img_20160902_115236
NEF31 seperti di review saya sebelumnya adalah earphone yang baru-baru ini rame banget dari Radius Jepang. builtnya biasa aja, kabelnya tergolong paling tipis diantara yang lain. Housingnya yang cukup unik berbentuk seperti keong hitam finishing glossy. Walaupun kabelnya paling tipis, tapi hampir tidak ada yang rusak selama saya menjualnya (itulah beda built dari Jepang dan lainnya, don’t judge a book by its cover, don’t judge an earphone by its bulky looks #lol)
NEF31 ini satu-satunya earphone di review kali ini yang tidak dilengkapi dengan mic.

NEF31 adalah earphone yang paling berasa bright di antara pesaingnya yang lain. Dia punya range frequency suara yang paling luas di sini yaitu dari 4Hz-25Khz, jadi tidak heran kalau highnya extended banget dan terasa paling crisp dan tajam (sesekali).
Detil dan minor spark yang sebelumnya di earphone lain tidak terdengar, saat didengarkan dengan NEF31 akan terasa semua.
Drawbacksnya, bagi yang tidak suka pedas2, akan terasa treblenya terlalu menusuk.
NEF31 punya bass yang cukup extensive juga, karakternya boomy, tpai ekornya tidak panjang, mid bassnya sering sekali keluar, low bassnya malu-malu di kebanyakan lagu, tapi kalau sudah keluar, bakal terasa gedhe banget, but solid dan mantep.

Yang saya sangat suka dari NEF31 adalah dia gampang banget di drive, tidak butuh DAP khusus atau smartphone dengan power besar untuk mengeluarkan semua potensinya. Di macbook, hanya butuh suara 50% supaya terdengar keras. Lebih dari itu kayaknya bakal bikin sakit telinga dan tajam banget.

Pros :
-Superb detail, paling detail daripada yang lain.
-Mudah di drive.
-Bright, tajam, pedas.
-Power bass besar, bassy, basshead.
-Unik, suara yang bright tapi basshead, bisa dibilang Vshaped juga.
-Buat EDM enak, buat rock juga garang.
Minus :
-Agak kurang rapi karena semua frequency hampir bertabrakan.
Kabelnya termasuk tipis (tapi herannya cukup awet dan selama ini saya jual jarang sekali danhampir tidak ada yang rusak/putus)
-Belum dilengkapi dengan mic.

ATH CKS-550is

img_20160902_115257
ATH CKS550is adalah produk terbaru yang saya coba dan sudah saya review sebelumnya. Dengan range freq yang sama luasnya dengan NEF31, bagaimana suaranya jika dibandingkan dengan NEF31?
Surprisingly, cks550is tidak se-bright NEF31. Treblenya terasa dan lebih mudah terdengar daripada earphone2 yang lain, tapi tidak harsh. Buat yang merasa treble dan highnya nef31 terlalu berlebihan, treblenya cks550is ini lebih jinak dan pas. tidak mundur/terlalu warm, tapi juga tidak bright menusuk.
Saya suka vocal presentationnya, rapi banget. lugas, bersih. Mungkin tidak seforward NEF31, tapi lebih bersih dari NEF31.
Bass nya berasa punchy, bisa dibilang paling kecil daripada yang lain.

Pros :
-Desain paling sporty dan menarik
-Kabel pipih dan tebal.
-Sudah dilengkapi dengan mic
-Treble detail tapi tidak tajam.

Minus :
-Bass berkarakter punchy, power tidak sebesar yang lain, mirip2 E10s.
-Cukup berat di drive.

Conclusion :
Dari pembahasan masing-masing earphone di atas, saya sarankan untuk Anda newbie (terutama yang suka basshead) mulailah dari Soundmagic E10S (bagi yang suka warm) atau Sony XB50AP (bagi yang basshead tapi juga suka treble/v shaped). Kedua earphone ini cocok untuk basshead.
Untuk Anda yang sudah mengenal audio dan sebelumnya punya cans yang basshead, dan ingin mencari earphone yang lebih “refined” dan lebih balanced, anda bisa pilih Soundmagic E10C yang bassnya lebih kecil dan lebih cleaner backgroundnya.
Untuk Anda yang tidak terlalu mementingkan desain dan merk, Takstar HI1200 adalah salah satu earphone favorit saya yang patut anda pilih, karena suaranya yang nyaman dan mewah serta warm.

Best Sound : Takstar HI1200
Best Design : ATH CKS550is
Newbie Choice : Soundmagic E10S
Basshead : Sony XB50AP
Allrounder and detail : Radius NEF31
Vocal and Detail lover : Soundmagic E10C
Best deal : Radius NEF31, Takstar HI1200, Soundmagic E10C

Semoga kisah saya kali ini bisa memberi pencerahan buat Anda-anda yang sedang bimbang meminang salah satu earphone di review ini.
Sekali lagi, review ini jauh dari sempurna dan berdasarkan (sedikit banyak) selera musik saya, jadi pastikan untuk audisi dulu sebelum membeli. Mampir aja ke KeeWee Shop karena demo semuanya tersedia.

Cheers,

Jimmy Kurniawan
KeeWee Shop Audio Review Team.