Takstar HD 2000
OLYMPUS DIGITAL CAMERAOLYMPUS DIGITAL CAMERAtakstar 3takstar 4

Headphone Takstar HD 2000

4 out of 5 based on 1 customer rating
(1 customer review)

Rp510,000.00

TAKSTAR HD-2000 Professional Bass Studio Monitoring Headset Stereo Headphone (Black)

Product Description

Features:

  • Noble UV painting finish
  • Soft, high protein leather ear pads for comfortable wearing
  • Swivel earcup design for 25 right or left swivel for different face shape
  • 180 outward swivel for single hand monitoring
  • Adjustable headband allows you to extend or shorten the length by
    35mm
  • Audio mixing, recording studio monitoring
Specifications:

  • Type: Wired, closed design
  • Transducer Principle: Dynamic
  • Wearing Style: Headworn
  • Frequency Response: 10Hz-25kHz
  • Sensitivity: 101dB±3dB at 1kHz
  • Driver Diameter: Ø50mm
  • Max.Input Power: 100mW
  • Rated Power: 30mW
  • Impedance: 32Ω
  • Connector: stereo Ø3.5mm + Ø6.3 gold plated
  • Cable: Ø2.2mm x 2m, Y-type
  • Net Weight: 200g

1 review for Headphone Takstar HD 2000

  1. 4 out of 5

    :

    Hidden Gem from a hidden gem brand.

    Takstar HD 2000

    Produk headphone yang satu ini mungkin sudah banyak dikenal oleh para music lover dan audio portable mania. Dan buat Anda-anda yang masih newbie atau masih awam dengan dunia audio, bisa jadikan headphone ini sebagai salah satu headphone pertama kalian untuk masuk ke dunia audio portable.

    Mungkin beberapa pertanyaan ini muncul di benak kalian :

    “Kenapa Takstar ? Merknya tidak pernah dengar, aneh juga namanya”

    “Apakah suaranya enak ? apakah cocok dengan lagu-lagu saya?”

    “Cocok ga nih untuk lagu-lagu rock ?”

    OK, first of all, Takstar bukan merk sembarangan, walaupun berasal dari negeri panda, China, tapi dia bukan pabrikan biasa. Takstar Guangdong Electronics, Ltd, adalah perusahaan produk-produk audio yang punya standart internasional dan sudah beroperasi sejak tahun.

    Dan HD2000 ini diberi tagline “Professional Monitor Headphone”, title yang cukup berat untuk headphone berharga dikisaran Rp.500.000an ini, mengingat headphone monitor pada umumnya berkisar di harga mulai dari 1.5jt-2.5jutaan (ATH M40x, ATH M50x, Beyer DT770 Pro).

    Paket Penjualan

    Terbungkus sebuah boks dari karton yang agak tipis, jika dibuka, didalamnya terdapat boks kardus lagi berwarna hitam yang lumayan tebal, dan berisi kelengkapan dari HD2000, antara lain :

    headphone HD2000 itu sendiri, bonus headphone pouch dari bahan fabric/campuran nylon berwarna hitam, user manual, kartu resmi dari Takstar Guangdong Electronics, dan 1 konverter dari jack 3.5mm ke 6.5mm untuk mixer audio input.

    Desain, Built Quality dan Fitur

    HD2000 adalah headphone closed back, over ear headphone. Ya, karena dia memang ditujukan untuk mengisi pasar dari monitoring headphone, maka desainnya dari awal dibikin over-ear.

    Over all bahannya terbuat dari plastic, dengan finishing glossy, glossynya cukup bagus, tidak mudah tergores. Hanya saja bekas tangan/fingerprint akan dengan mudah tertinggal di bodinya. Itu sisi minusnya, tapi gampang saja, anda tinggal membersihkan bodinya dan dia akan cling kinclong bersih kembali. Lebih baik daripada finishing doff yang malah bila sudah lama dipakai, akan terlihat usang dan membekas yang tidak bisa hilang.

    Headbandnya sudah diberi bantalan dengan lapisan luar karet yang berlubang-lubang, untuk sirkulasi udara yang elbih baik, jadi sewaktu dipakai terasa nyaman juga.

    Untuk housing drivernya bisa diputar keluar hingga hampir 180derajat, jadi bisa digunakan untuk memonitor lagu dengna 1 driver saja, seperti DJ.hanya saja tidak bisa diputar ke samping terlalu jauh, hanya sekitar 20 derajat saja.

    Untuk kabel, masih sistem paten, tidak detachable, dan kabelnya cukup standart, tidak terlalu tebal seperti ATH M series, tapi juga tidak terlalu tipis. Kabelnya cukup panjang, dengan panjang hampir 1.8m, HD2000 punya kabel yang paling panjang di kelasnya menurut saya. Jack 3.5mm nya tergolong standar, masih menggunakan model jack lurus.

    Yang saya tidak suka adalah kabelnya terbagi ke kanal kiri dan kanan dari kedua driver pads, jadi sedikit ribet karena terlalu banyak kabel berada di sekitar leher saya.

    Fitting

    HD2000 saat dipakai tergolong nyaman dan ringan, fittingnya enak, ukuran padsnya juga cukup lebar, pas mengelilingi dan menutupi daun telinga. tidak panas juga.

    Untuk sound isolation sepertinya perlu pembenahan lagi, karena masih ada sedikit suara yang bocor, dan juga suara dari luar masih ada sedikit yang masuk.

    Sound Performance

    HD2000 punya karakter suara yang tergolong bright, belum bisa dibilang flat, karena bassnya tergolong juga besar walaupun karakternya termasuk bass yang punchy.

    Bass

    Seperti yang saya ulas di atas, bassnya masih tergolong punchy, tapi terkadang lucunya, di lower bassnya malah agak lebar ekornya, terasa dikit-dikit boomy. Hentakan drumnya terasa enak, karakter dan teksturnya lugas, lebih dari ekspektasi saya untuk headphone harga under 500k.

    Masuk ke bass untuk EDM, si beberapa sektor, HD2000 masih perform cukup baik di sektor lower bass, tapi untuk upper bassnya kurang solid dan agak harsh. Saya rasa powernya masih agak kurang, dan hentakan seperti ragu-ragu dan speednya kurang pas, kurang menggelegar seperti XB450 atau bahkan M20X sekalipun. Bagi anda yang suka dugem ajeb-ajeb, mungkin kurang puas yah. Tapi kalau Anda cari bass instrument yang detil, serta natural, HD2000 cocok.

    Vocal. vocal HD2000 cukup maju posisinya, dan termasuk mendominasi untuk beberapa jenis lagu. Karena karakternya yang bright, kadang agak sedikit, sedikit banget peaky di high pitch, but not too noticable. Vocalnya jernih dan open, bisa mencapai nada-nada tinggi,tapi hanya kurang deep dan tebal saja, jadi kesan intimatenya sedikit kurang.

    Mid & High/Treble

    Sebagian besar penggemar headphone ini memang dari kalangan pecinta rock, dan memang saya akui, HD2000 mampu memainkan lagu-lagu rock dengan tempo yang cepat dengan baik (kalau dicompare dengna grado sr60e, masih cepat grado, tapi ingat, ini headphone closed back, dengan harga setengahnya grado sr60e), permainan gitar listrik yang cepat di tengah2 lagu Nickelback – Edge of Revolution bisa diikuti dengan manis dan garang. Semua taring dari gitar rhythm keluar, gesekan, petikan, bass gitar, berasa semua teksturnya.

    Soundstage

    Soundstage HD2000 tergolong luas, dan yang pasti, headphone ini rapi banget. separasinya yahud, walaupun karakternya hampir-hampir bright, nyatanya saat ditest dengan file concert, tidak terasa ada elemen yang bertabrakan. Vocal penyanyi bisa terdengar nyaman, terlepas dari minor effect dan distorsi dari audience dan background musiknya juga. Tidak saling menusuk dan punya proporsi yang baik satu sama lain. Layeringnya juga bagus. Imaging 3D terasa, tidak seperti 1 garis lurus saja.

    Spesifikasi Takstar

    Type: Wired, closed design
    Transducer Principle: Dynamic
    Wearing Style: Headworn
    Frequency Response: 10Hz-25kHz
    Sensitivity: 101dB±3dB at 1kHz
    Driver Diameter: Ø50mm
    Max.Input Power: 100mW
    Rated Power: 30mW
    Impedance: 32Ω
    Connector: stereo Ø3.5mm + Ø6.3 gold plated
    Cable: Ø2.2mm x 2m, Y-type
    Net Weight: 200g

    Conclusion

    A great monitoring headphone but also Fun!

    HD2000 mungkin agak asing bagi Anda, tapi bagi sebagian besar penyuka audiophile, HD2000 merupakan produk favorit, terutama untuk watching movie, yang mana detailnya keluar semua, serta untuk lagu-lagu rock dan metal yang butuh speed tinggi, dan untungnnya bassnya cukup punchy juga. Jadi dengan budget 500an, Anda udah dapet headphone yang bisa digunakan untuk banyak kegunaan.

    Karakter suaranya memang sedikit bright, sedikit flat, juga bassnya tidak bisa dibilang besar, tapi juga tidak tipis. Takstar sepertinya mengerti bahwa HD2000 ditujukan untuk Anda yang ingin budget monitoring headphone, tapi juga masih fun diajak untuk casual use. Tunggu apa lagi ? headphonenya stylish (old school style), ringan dan nyaman, serta sound performancenya top punya, murah lagi. Buruan di beli mumpung ada 😛

    Pros :

    Kabel termasuk panjang, cocok untuk monitoring,
    Ringan, nyaman dan enak dipakai
    Sound performance bagus, speed cepat, soundstage luas untuk kelasnya
    Mid garang, bass solid dan punchy.
    Dilengkapi pouch.
    Murah dan terbaik di kelasnya.
    Cons :

    Kabel agak tipis, dan berada di kedua kanal drivers cans
    Bass bisa lebih baik.
    Test Setup :

    iPhone 5S
    Macbook Pro
    Player :

    VOX on MacOSX
    iTunes on MacOSX
    AppleMusic on iPhone

    Songs :

    ONE OK ROCK – The Beginning (MP3 320kbps)
    Liquid Tension Experiment – Biaxident (MP3 320kbps)
    One and Only – ADELE (FLAC)
    Photograph – Ed Sheeran (FLAC)
    Edge of Revolution – Nickelback (iTunes)
    1989 World Tour – Taylor Swift (1080p)

    You may also like :

    Sennheiser HD202, punya bass lebih besar, dan lebih warm.

    Audio Technica M20X, yang punya suara yang lebih tebal, better bass, tapi midnya lebih jinak dari HD2000.

Add a review