img_4213

Super Low Budget Over-ear Earphone Review

Review Knowledge Zenith KZ ED12, KZ ZS3, KZ ZST

Hi Guys,

Saat ini hari sudah sangat malam saat saya menulis review ini. Tapi saya lagi semangat banget karena di depan saya ada 3 earphone yang salah satunya bikin hati ini berbunga-bunga karena enak buanget dan murah buanget.

Ketiga earphone ini adalah tipe over ear, dan lagi ramai diperbincangkan saat ini. Over ear, low budget, apakah ada yang tahu earphone apa ini ?

Yes, mereka adalah earphone dari Knowledge Zenith, yang baru beberapa bulan lalu di rilis yaitu KZ ED12, KZ ZST dan yang sudah tidak asing KZ ZS3. Semuanya adalah earphone over-ear, berharga dikisaran 100-200ribu-an saja dan kabelnya detachable. Yes, detachable.

Bagaimana performa mereka ? Let’s go!

Knowledge Zenith ED12

img_4203

3 earphone ini punya packaging yang mirip semua. sekilas pandang mereka akan tampak sama, yang membedakan secara fisik hanyalah bentuk housing drivernya masing-masing.

Paket penjualannya simpel, dan berisi hanya driver earphone yang sudah dipasangi eartips ukuran M, kabel audionya, serta eartips cadangan ukuran S dan L.

Built Quality produk KZ saat ini sudah lebih bagus dari sebelumnya. Nozzle finishingnya lebih rapi, housingnya juga finishingnya sudah bagus, desainnya juga oke, serta untuk finishing cutnya sudah lebih rapi, walaupun kadang masih ada beberapa bagian di pin sambungan kabelnya yang kurang rapi. (lebih baik jauh dari earphone KZ generasi sebelumnya yang pernah saya review dahulu. yang mana housingnya kurang stylish, dan nozzle tipsnya banyak yang kurang rapi, serta finishing cutnya masih belepotan di mana-mana).

Well, bisa dimaklumi, karena harganya juga yang sangat terjangkau. Hanya 150ribuan, sudah detachable cable juga.

 

ED12 hadir dalam 2 versi. versi pertama adalah ED12 yang sudah dilengkapi dengan kabel yang ada micnya, dan yang kedua adalah ED12 yang tanpa mic.

Untuk suara keduanya mirip dan hampir tidak ada bedanya.

Desain housing ED12 menurut saya adalah yang paling biasa dari ketiganya. dengan housing yang menganut desain aliran custom IEM, cukup stylish sebenarnya, tapi kurang kontur sehingga terlihat agak plain. Housingnya bagian kanan berwarna merah dan yang kiri berwarna biru. Dibuat seperti itu untuk memudahkan identifikasi kanan dan kirinya. Konsep yang unik, tapi mungkin tidak semua orang bisa menerimanya. Untungnya yang berwarna beda hanya bagian sisi housing yang dekat ke telinga, dan bagian luarnya masih sama keduanya berwarna hitam.

Kabelnya punya bahan luar dari semacam karet seperti layaknya earphone2 KZ yang dulu-dulu. well saya tidak terlalu suka kabelnya karena agak bouncy dan susah digulung dengan rapi karena cenderung susah untuk digulung. Terlepas dari itu, bahannya sepertinya kuat dan awet.

Untuk kabel detachablenya, simpel banget hanya menggunakan konektor yang berbentuk 2 pin lurus, yang tinggal ditancapkan ke housing drivernya. Simpel, praktis, tapi sepertinya kurang aman dan mudah lepas. Anda harus ekstra hati-hati kalau ingin melepas earphone ini dari telinga, atau bakal lepas kalau terlalu keras menarik kabelnya. Lepaslah earphone ini dengan memegang housingnya, bukan menarik kabelnya.

Saat nya masuk ke suara…

ED12 surprisingly punya soundstage yang cukup lega untuk harga segini. dan salah satu soundstage terluas dari ketiganya. Karakter suaranya warm bass banget. buashead (baca : bass head sangat) banget. bassnya guedheee dan lebaarrr banget spreadnya. ga salah nih yang nge-tuning earphone ini ? Vocalnya juga berat dan tebal. forward juga posisinya. Midnya warm tidak berasa menonjol, hampir mengarah ke dark.

Ketiga faktor tadi dipadukan, menghasilkan suara yang sangat bassy, midnya ga kentara (atau kalau bahasa kasarnya : mendem dan aneh), vocalnya maju + heavy. Vocalnya di beberapa lagu saya suka sih, cuman kadang terlalu mbleber kalau bebarengan dengan bassnya.

Secara garis besar, earphone ini cocoknya untuk lagu yang bass besar. Vocal deep.

Pros :

  • Fiting paling nyaman
  • Salah satu yang punya soundstage terluas dari ketiganya.
  • Sudah dilengkapi dengan mic.

Cons :

  • Super bassy, detail tertutup hampir sebagian besar
  • Vocal berat tapi over karena kena bassnya
  • Mid frequency berasa aneh, seperti tidak pas nada-nada midnya.

KZ ZS3

img_4201

OK, kloter kedua saya mencoba KZ ZS3. ZS3 punya desain yang menurut saya paling atraktif. Desain housingnya penuh lekukan sensual, tipe-tipe bangsa alien.

Koneksi kabel detachablenya masih sama, dengan 2 pin saja. Dan lagi-lagi tanpa ada mekanisme penguncian, jadi masih mengkhawatirkan mudah lepas.

Kabelnya juga menggunakan bahan yang agak berbeda. Warnanya hitam kebiruan, dan lebih mudah digulung daripada ED12. Juga ZS3 ini satu-satunya yang mempunyai memori wire di ujung kabel dekat housingnya. jadi lebih memudahkan untuk digunakan secara over ear.

Desain dan material sudah membuat saya puas, bagaimana dengan fittingnya ? Nah untuk urusan fitting, sangat-sangat subyektif sekali. Bagi saya, fittingnya agak butuh penyesuaian. Dengan eartipsnya yang standart ukuran M, tidak muat masuk di lubang telinga saya. Kalau saya coba paksakan akan terasa sakit dan menutup saluran udara di telinga terlalu ketat jadi berasa tidak enak di telinga. Akhirnya saya coba untuk mengganti eartipsnya dengan ukuran S dan menjadi berasa lebih nyaman sedikit. Dan mungkin juga karena bentuk rongga telinga saya yang kurang pas dengan bentuk housingnya, jadi saya merasa kurang nyaman dengan fitting dari ZS3.

Untuk urusan suara, ZS3 punya soundstage yang paling biasa dari ketiganya. vocalnya terasa dekat sekali. Untuk bass sudah lebih mendingan dari ED12. tidak terlalu over. Tapi masih dengan karakter bass yang masih boomy dan ekornya panjang. Vocalnya solid, tapi tidak setebal ED12. LEbih mudah dinikmati, hanya saja kalau anda butuh vocal yang benar-benar intimate, masih berasa ada yang kurang dikit. Midnya renyah, jauh, jauh lebih enak dari ED12, midnya sudah hampir kembali ke jalan yang benar. Detilnya bagus, instrumen yang berada di bagian belakang masih mudah terdengar walaupun agak sayu2. ada efek 3D nya terasa di sini. Overall ZS3 ini punya karakter yang warm.

Pro :

  • Great, better bass daripada ED12
  • Vocal lebih enjoyable
  • Sudah dilengkapi memori wire
  • material kabel yang lebih baik
  • Desain yang paling stylish.

Cons :

  • Fitting butuh penyesuaian (subyektif)

KZ ZST

img_4204

Save the best for last. Yes, inilah earphone yang bikin saya semangat malam ini.

Kenapa ? Karena earphone ini punya suara yang paling saya suka. Bassnya solid bulat tidak mbeleber, tapi masih bulk bodynya, ekornya tidak terlalu panjang, tapi juga tidak punchy (garing). Mau diajak EDM berasa mantap dan bersih, mau diajak jazz juga masih berkelas. Untuk lagu instrumental juga bassnya tidak menginterferensi mid dan highnya.

ZST juga punya detail yang paling bagus di antara ketiganya.

Apalagi dipadu dengan soundstage yang super wide dan lega. Berasa mendengarkan earphone yang 1-2 kelas lebih tinggi dari saudaranya yang lain. Suaranya di tuning dengan balanced, all around masuk. Efek 3D nya benar-benar terasa.

Midnya juga istimewa, dentingan dan petikan gitar terasa renyah dan crisp. Beberapa kali sampai peaky sih. Tapi tidak mengurangi keistimewaannya.

Vocalnya renyah, forward, intimate, serta sparky dan jelas pelafalannya. Benar-benar bening banget. Tidak pecah juga di nada tinggi.

Earphone ini saya berani kasih predikat sebagai earphone yang punya sound terbaik dari ketiganya.

Desainnya juga keren, dengan finishing motif carbon yang bikin semakin keren dan trendy. Selebihnya material built qualitynya sama dengan ED12 dan sayangnya tidak dikasih memory wire di kabelnya.

Pro :

  • Best sound quality
  • Great and intimate vocal. Solid dan jernih
  • Mid istimewa.
  • Balanced, all around sounding
  • Great soundstage, lebar dan lega.
  • Nice carbon-look design

Cons :

  • Tanpa memori wire.

Conclusion :

Best Budget Over Ear Earphone : KZ ZST

img_4213

KZ sukses membuat gebrakan baru di dunia audio dengan 3 earphone over ear nya. Dengan harga yang sangat murah (di mana biasanya earphone over ear berharga 500rb ke atas), mampu menghadirkan produk yang desainnya tidak malu-maluin dan dengan sound quality yang tidak malu-malu.

Tapi perlu diingat bahwa earphone ini tidak diperuntukkan untuk stage monitoring di panggung atau untuk keperluan olahraga/sport/gym karena tidak tahan air dan kekuatan materialnya tidak setinggi untuk keperluan stage monitoring.

Terlepas dari itu, saya rasa worthed banget untuk memiliki earphone ini. Pilih yang mana ? saya bantu pilihkan.

Untuk bass head bener-bener basshead, pilih aja ED12, no question.

Untuk yang suka warm, pilihkan ZS3.

dan yang lebih suka detail dan suara yang tidak melulu bass dan balanced, seperti saya, saya pasti akan langsung pilih ZST. Earphone terbaik sound qualitynya di antara yang lain.

Test Setup :

  • iPhone 6s
  • Hidizs AP60

Test Songs :

  • Tae Yeon – 11:11 (iTunes)
  • Tae Yeon – Why (Performance Version) (iTunes)
  • Tae Yeon – Starlight (FLAC)
  • Elephante (feat. Brandyn Burnette) – Plans (iTunes)
  • I Don’t Love Your – Urban Zakapa (iTunes)
  • 10cm – That 5 minutes (iTunes)
  • Niall Horan – This Town (iTunes)

 

Cheers,

 

 

Jimmy Kurniawan

KeeWee Shop Audio Reviewer